GRESIK - Direksi Perusahaan Umum (Perumda) Giri Tirta terus melakukan pembenahan. Salah satunya sektor Sumber Daya Manusia (SDM). Pasalnya, dari ratusan pegawai yang mereka miliki hanya delapan orang yang memiliki sertifikat manajemen air.
Direktur Utama Perumda Giri Tirta Kurnia Suryandi mengatakan saat pertama kali menjabat dirinya heran hanya ada delapan orang yang memiliki sertifikat manajemen air. Padahal, ini seharusnya menjadi syarat wajib bagi pegawai. "Sama seperti wartawan ada uji kompetensi muda, madya dan utama. Kami dibidang pengairan juga sama," ujarnya.
Menurut dia, ini merupakan persoalan dasar yang menjadi prioritas direksi. Sehingga, beberapa waktu lalu digelar pendidikan dan pelatihan manajemen air minum tingkat muda secara mandiri dengan menggandeng trainer nasional.
Baca Juga: Dalam Setahun, Pelanggan Air Bersih Perumda Giri Tirta Gresik Naik 13 Ribu
"Ada 53 orang yang ikut. Dengan tambahan ini, sekarang sudah ada 61 orang yang bersertifikat manajemen air di Perumda Giri Tirta," ungkap dia.
Jumlah ini memang belum sampai separo dari total pegawai Perumda Giri Tirta yang mencapai 300 orang lebih. Selanjutnya, pelatihan seperti ini akan kami gelar secara rutin. "Minimal separo pegawai harus memiliki dulu," kata dia.
Kemudian, baru nanti akan diterapkan sesuai aturan. Bagi pegawai dengan tingkatan direksi harus berstandar utama, kepala bagian harus berstandar madya dan kepala seksi serta staf harus berstandar sertifikasi muda.
Baca Juga: Perumda Giri Tirta Bakal Pasok Air Bersih Freeport
"Dengan kemampuan ini, kami berharap SDM bisa lebih andal dalam mengelola perusahaan," terangnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga terus berusaha memperbaiki sistem pelayanan. Pihaknya tidak segan mengganti pegawai yang tidak bisa melayani masyarakat dengan baik. Bahkan pihaknya juga bekerjasama dengan salah satu bank untuk melatih staf cara melayani masyarakat dengan baik.
"Perumda ini perusahaan pelayanan masyarakat. Jadi harus bisa melayani dengan baik. Bukan malah ketus," imbuh dia. (rof)
Editor : Hany Akasah