Pasangan QA disambut dengan mobil komando berisi massa dengan sound, baliho QA. Warga truk mobil, dan puluhan sepeda motor memadati jalan Banyuurip, Pangkah Kulon, sampai Jalan Starda Pangkah Wetan di Kediaman KH Mahrus Munir.
Muslik Muhtar koordinator pemenangan QA sangat terkejut dan diluar dugaan dan perencanaan terkait banyaknya massa yang keluar ke Jalan Raya dengan kendaraan dan yel-yel 'Bapak Qosim bapak Alif calon bupati nomer, ojok lali tanggal 9 coblos wae sing nomer siji' kumandang sound suara dari massa.
"Itu semua inisiatif warga masyarakat yang rindu kepada paslon, massa dari Pangkah Kulon dan Pangkah Wetan, menyambut dan mengantarkan paslon menyapa warta di Desa Pangkah Kulon," katanya.
Sambutan luar biasa lainnya juga diberikan warga Desa Cangaan, Kecamatan Ujung Pangkah. Di desa ini Qosim dan Mas Alif berjanji akan memberikan pendampingan total untuk mengembangkan potensi wisata seperji Setigi dan Wagos di Desa Sekapuk dan Gosar.
Salah satu warga Amin, 43 warga Desa Cangaan Kecamatan Ujungpangkah menyampaikan kepada pasangan Qosim-Alif untuk mengembangkan lahan perkemahan serta wisata Agro di Desa Cangaan. "Ada lahan perkemahan di Desa kami, yang biasanya dibuat outbound, dan nantinya jika Qosim-Alif menjadi bupati dikembangkan dengan agro wisata," ucapnya.
Lanjut Amin, rencana pembangunan dan perkembangan lahan perkemahan akan akan dimulai pada tahun 2021. "Pembangunan dimulai dari ADD dan bantuan dari pemerintah daerah. Dan berharap nanti Qosim dan dr Alif melakukan pemasaran wisata di desa kami," katanya.
Qosim didampingi dr Alif langsung merespon dengan akan melakukan program pengembangan wisata di Gresik utara. "Kami yakin QA akan mewujudkan harapan warga Desa Cangaan agar maju bersama mengembangkan potensi wisata desa. Sehingga nantinya tidak hanya wisata Setigi, Gosari saja, tapi wisata Cangaan juga," kata Alif.
Program dari QA juga meliputi kesejahteraan pendidikan para guru swasta dan kesehatan. "Ada ambulance setiap desa, dan ada tambahan intensif kepada guru swasta atau guru madrasah diniyah," pungkas Alif. (jar/han) Editor : Hany Akasah