Supeno, Perajin asal Dusun Kaliwot Desa Bungah, Kecamatan Bungah Kabupaten Gresik menjelaskan, usaha yang ditekuninya sudah mulai mengalami penurunan pasar toko di Pulau Jawa. "Biasanya yang order dari toko di Jawa Surabaya dan Gresik banyak sampai 10 lebih, kini sedikit, lima paling banyak. Yang dominan order dari pelanggan luar pulau jawa," katanya.
Dia meminta kepada QA untuk memudahkan pengiriman paket rebana yang dipamerkan di luar pulau jawa, seperti Kalimantan, Sumatera. "Apalagi mas pandemi ini, kegiatan seni sepi. Namun perlahan sudah mulai ada kegiatan seni lagi dan omset pun kembali lagi dengan Rp 15 juta per bulan," ujarnya, Rabu (11/11/2020).
Atas harapan itu, baik Pak Qosim maupun Dokter Alif menyatakan siap untuk memajukan perajin rebana untuk go nasional. "Nantinya kami fasilitas dengan kartu UMKM BANGKIT yang target awal beredar di pasaran luar jawa, hingga nasional pusat," kata Dokter Alif didampingi Pak Qosim.
Selain itu, keluhan sulitnya menembus pasar nasional akan dibantu dengan membentuk tim pendampingan dari dinas terkait untuk membantu pemasaran. Pemasaran dilakukan secara langsung mempertemukan penjual dan pembeli juga melalui pasar market place dan aplikasi penjualan digital yang akan dibangun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Kabupaten Gresik. (jar/rof) Editor : Hany Akasah