RADAR GRESIK – Langkah antisipasi menghadapi potensi genangan air dan banjir saat musim hujan tiba mulai dimatangkan di wilayah perkotaan Kabupaten Gresik.
Selain menggalakkan pengerukan dan pembersihan saluran drainase, pemerintah daerah telah menyiagakan unit pompa air di enam titik strategis guna mempercepat aliran buangan air.
Enam titik rumah pompa yang disiagakan tersebut tersebar di kawasan rawan, yakni Kali Tutup Timur, Kali Tutup Barat, Kali Towo, Rumah Pompa Lumpur, Pulopancikan, serta Banjaragung.
Baca Juga: Kawal Perda Nomor 1 Tahun 2024, Fraksi PKB DPRD Gresik Gelar Dialog Publik Fasilitasi Pesantren
Keberadaan infrastruktur ini diproyeksikan mampu menyedot debit air secara merata saat hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah pesisir perkotaan dan sekitar Waduk Bunder.
Meski begitu, efektivitas operasional infrastruktur penanggulangan banjir tersebut mendapat perhatian serius dari jajaran DPRD Kabupaten Gresik.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menyoroti kinerja rumah pompa di Banjaragung yang dinilai belum optimal mereduksi genangan air di sepanjang Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kecamatan Kebomas.
Baca Juga: Tekan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan, DPRD Gresik Minta Pembentukan Forum BSAN
Menurut Hamdi, saat hujan deras turun, ruas jalan protokol tersebut kerap tergenang air meskipun sudah ditunjang oleh konstruksi saluran drainase berukuran besar. Ia menduga sumbatan teknis pada mulut saluran air menjadi pemicu utama lambatnya proses penyerapannya.
“Mungkin lubang inlet dari bahu jalan menuju saluran drainase perlu dibersihkan secara rutin dari sampah dan endapan tanah, agar limpasan air hujan bisa langsung mengalir lancar ke dalam drainase,” ujar Hamdi.
Hamdi menegaskan, keberadaan mesin pompa berkapasitas besar akan sia-sia jika akses masuk air dari permukaan jalan menuju drainase utama tersumbat.
Baca Juga: Kawal Transparansi Dana Desa, DPRD Gresik Bersama Kecamatan Balongpanggang Gelar Monev Strategis
Selain kawasan Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Komisi III DPRD Gresik turut menaruh perhatian pada titik genangan di Jalan KH Syafi’i, Kecamatan Manyar. Selama ini, buangan air dari kawasan tersebut dialirkan menuju anak sungai di Desa Dahanrejo yang sebelumnya telah dinormalisasi untuk memperlancar arus menuju waduk penampungan.
“Aliran air ke arah Waduk Bunder sebetulnya sudah efektif setelah dilakukan normalisasi sungai. Hanya saja, di titik penampungan waduk tersebut saat ini belum dilengkapi dengan pompa pembuang,” terangnya.
Pihaknya mendorong agar langkah pengerukan saluran, pemeliharaan rutin mesin pompa, hingga pengawasan kebersihan tangkapan air jalan (street inlet) dilakukan secara terpadu. Dengan begitu, seluruh infrastruktur pengendali banjir yang disiagakan Pemkab Gresik dapat berfungsi optimal selama musim hujan. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik