RADAR GRESIK — Jari-jari sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tampak lincah mengusap layar ponsel mereka. Bukan sekadar mengecek pesan, di hadapan mereka terpampang berbagai materi praktis: cara memotret produk agar memikat, menyusun narasi promosi yang mengena, hingga strategi memikat calon pembeli di tengah sengitnya persaingan marketplace.
Pemandangan tersebut menjadi bagian dari suasana Pelatihan Diversifikasi Penguatan Usaha KUKM yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopumperindag) Kabupaten Gresik, Selasa (28/8/2026).
Baca Juga: Perkuat Pembinaan Kerohanian, Rutan Kelas IIB Gresik Gelar Pengajian Akbar Peringati Maulid Nabi
Bagi para pelaku usaha kecil, materi yang terkesan sederhana ini justru menjadi amunisi vital. Pemkab Gresik menegaskan komitmennya agar pelaku usaha lokal tidak sekadar bertahan di tengah arus modernisasi, tetapi juga mampu naik kelas.
Kepala Diskopumperindag Kabupaten Gresik, Darmawan, menjelaskan bahwa penguatan UMKM tidak cukup hanya berhenti di ruang pelatihan. Pendampingan berkelanjutan, kepastian legalitas, penguatan merek, hingga pembukaan akses pasar global menjadi satu paket intervensi yang wajib diberikan.
“Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Nawa Karsa Gema Karya—program Bupati dan Wakil Bupati yang berkomitmen pada UMKM—terus mendorong peningkatan perekonomian masyarakat melalui prinsip Bela, Beli, Bagi,” kata Darmawan di sela-sela kegiatan.
Baca Juga: Bupati Gresik Dukung Penuh Mantan Penggawa Liga Indonesia Era 90-an Pimpin Askab PSSI
Melalui komitmen tersebut, Pemkab Gresik menyokong UMKM dari berbagai lini, mulai dari peningkatan kualitas produk, pembenahan manajemen, branding, hingga fasilitasi pemasaran berbasis teknologi digital guna menembus pasar regional, nasional, bahkan internasional.
Atas konsistensi ini, Pemkab Gresik juga berhasil memboyong sejumlah penghargaan pengembangan UMKM di tingkat regional maupun nasional.
Di lapangan, komitmen Pemkab Gresik diterjemahkan dalam aksi nyata. Diskopumperindag memfasilitasi para pelaku usaha dalam memproses pendaftaran merek serta pengurusan legalitas dasar, seperti izin usaha dan sertifikasi halal.
Baca Juga: Kenal Islam Sejak di China, Pekerja Asal Tiongkok Mantap Bersyahadat di MUI Gresik
Tak berhenti pada urusan administratif, kualitas produk dan kapasitas kelembagaan terus dipacu agar produk UMKM Gresik sanggup menembus pasar ritel modern dan pasar formal lainnya. Bahkan, Pemkab Gresik turut menjembatani para pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam misi dagang ke luar negeri.
Langkah komprehensif ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. Ketika pengusaha kecil diberi akses terhadap modal, legalitas, peningkatan keterampilan, dan jaringan pasar, mereka bertransformasi dari sekadar penerima manfaat menjadi motor penggerak utama ekonomi daerah.
Bagi para pelaku UMKM, fondasi ini mengubah cara pandang mereka terhadap potensi bisnis sendiri. Naik kelas bukan lagi sekadar memburu lonjakan omzet, melainkan proses panjang dalam membangun tata kelola usaha yang rapi, legalitas yang sah, serta daya saing produk yang kuat.
Baca Juga: Perkuat Sinergi Pemasaran Produk Warga Binaan, Karutan Gresik Audiensi Bersama Gubernur Jatim
Melalui integrasi strategi dari hal mendasar—seperti mengemas foto produk yang estetik—hingga memfasilitasi ekspansi ke pasar internasional, Pemkab Gresik memastikan pemerataan pertumbuhan ekonomi. Peluang untuk tumbuh dan berdampak kini terbuka lebar bagi seluruh lapisan pelaku usaha di bumi Wali tersebut. (han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik