Jiddan : Tantangan Gubernur BI Baru adalah Pulihkan Kepercayaan Dunia Usaha

Cak Fir • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 14:22 WIB
Anggota Komisi XI DPR RI, Thoriq Majiddanor.
Anggota Komisi XI DPR RI, Thoriq Majiddanor.

JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai NasDem, Thoriq Majiddanor, menilai tantangan utama Gubernur Bank Indonesia (BI) yang baru, Destry Damayanti, adalah memulihkan kepercayaan masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi dunia usaha.

Menurut Jiddan, sapaan akrab Thoriq Majiddanor, kepercayaan merupakan modal penting untuk menggerakkan kembali aktivitas dunia usaha. Hal itu dinilai menjadi salah satu fondasi untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sebagaimana dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Tentu rasa kepercayaan ini harus ditumbuhkan dulu oleh Bank Indonesia kepada masyarakat serta ke depan mesti memberikan kepastian bagi dunia usaha agar dunia usaha kita mampu bangkit kembali guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8% seperti Astacita Bapak Presiden,” ujar Jiddan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9).

Selain memulihkan kepercayaan, Jiddan menekankan pentingnya BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi. Ia menyoroti pelemahan rupiah yang sempat menembus level Rp18 ribu per dolar Amerika Serikat, jauh dari asumsi makro yang sebelumnya disepakati pemerintah bersama DPR RI.

“Pasti menjaga nilai tukar, kemudian menjaga inflasi karena kita sama-sama tahu nilai tukar kita sempat masuk ke Rp18.000 lebih jauh dari asumsi makro yang ditetapkan antara pemerintah bersama DPR,” ungkap Jiddan.

Politikus NasDem itu juga meminta BI memberi perhatian serius terhadap arah kebijakan suku bunga acuan atau BI Rate. Menurutnya, kebijakan suku bunga memiliki pengaruh langsung terhadap stabilitas nilai tukar sekaligus iklim usaha.

“Bank Indonesia sendiri juga harus memperhatikan suku bunga BI Rate karena kemarin demi menjaga stabilisasi nilai tukar BI Rate naik sampai pada basis point, naik satu basis point menjadi 5,75 dan itu menjadi perhatian yang cukup serius. Mudah-mudahan di era Bu Destri bisa kembali ke angka yang sebelumnya yang mencapai sekitar 4,5 sampai 4,75 basis point,” jelasnya.

Jiddan berharap Destry Damayanti mampu menghadirkan kebijakan moneter yang tidak hanya berorientasi pada stabilitas, tetapi juga memberikan ruang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pemulihan dunia usaha.

Menurutnya, tantangan tersebut menjadi semakin penting di tengah berbagai tekanan yang masih dihadapi pelaku usaha. Karena itu, BI dinilai perlu mengembalikan optimisme pasar melalui kebijakan yang kredibel dan memberikan kepastian.

“Yang paling penting satu hari ini harus menumbuhkan rasa percaya kepada masyarakat di tengah kepercayaan hasil-hasil survei yang memang kurang berpihak kepada dunia usaha,” pungkasnya. (fir)

Editor : Cak Fir
bank indonesia JIDDAN Thoriq Majiddanor DPR RI