Antisipasi Banjir Perkotaan, DPRD Gresik Minta Tim Drainase Normalisasi Saluran Saat Kemarau

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40 WIB
MELIHAT : Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi saat melihat drainase di Kabupaten Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
MELIHAT : Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi saat melihat drainase di Kabupaten Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik mendorong tim teknis penanganan drainase untuk segera melakukan pengerukan dan pembersihan saluran air sejak dini.

Langkah antisipasi ini dinilai sangat krusial mumpung wilayah Gresik masih memasuki musim kemarau, guna mencegah potensi banjir tahunan saat intensitas hujan meningkat, khususnya di kawasan perkotaan.

Merespons kondisi tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, meninjau langsung sejumlah titik saluran air dan drainase utama di kawasan kota. Dari hasil pemantauan di lapangan, ia menemukan masih banyaknya penumpukan sampah yang menyumbat aliran air.

Baca Juga: Bentengi Desa dari Ekspansi Industri, DPRD Gresik Dorong Ranperda Kawasan Perdesaan

"Di kota ini ada bozem-bozem. Ini perlu dinormalisasi sejak sekarang. Misalnya dikeruk atau dibersihkan untuk saluran-saluran masuk dan pembuangannya," ujar Abdullah Hamdi saat melakukan peninjauan.

Hamdi memaparkan beberapa titik vital penampungan air (bozem) yang membutuhkan penanganan mendesak. Salah satunya adalah bozem di kawasan Wahana Ekspresi Poesponegoro (WEP) yang menjadi titik temu Aliran air dari Jalan Panglima Sudirman, Jalan Arif Rahman Hakim, hingga Jalan Kartini.

Selain itu, bozem di Jalan KH Abdul Karim juga menjadi tumpuan utama penampungan air sebelum dialirkan menuju laut.

Baca Juga: Semarak Gresik Merdeka Karnival 2026, Bupati dan Wabup Tampil Unik Naik Mobil Hias Kepala Naga

"Ini posisinya kan di atas, kalau diperdalam bisa menampung lebih banyak air. Sehingga di daerah bawah seperti di Jalan Samanhudi bisa menurunkan potensi banjir," jelasnya.

Tidak hanya sebatas pengerukan dan pembersihan fisik saluran, Politisi Komisi III ini juga menekankan pentingnya sosialisasi masif kepada masyarakat. Pasalnya, kebiasaan buruk oknum warga yang sengaja membuang sampah rumah tangga ke saluran air saat hujan deras masih sering terjadi dan menjadi salah satu pemicu utama tersumbatnya drainase.

"Ini yang menjadi salah satu penyebab banjir. Perlu diantisipasi sejak sekarang meski masih kemarau," pungkasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Kabupaten gresik abdullah hamdi dprd Saluran Air