RADAR GRESIK – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik menggelar penyerapan aspirasi masyarakat dalam reses Masa Persidangan III Tahun Sidang II 2026 di halaman Pondok Pesantren Al Muniroh, Ujungpangkah, Gresik.
Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 perwakilan warga Ujungpangkah dan Sidayu ini menampung berbagai keluhan nelayan hingga persoalan infrastruktur jalan.
Dalam dialog bersama warga, para nelayan menyampaikan keluhan terkait pendangkalan sejumlah sungai yang selama ini menjadi alur utama menuju laut. Kondisi tersebut dinilai sangat menghambat lalu lintas serta aktivitas perahu nelayan saat hendak melaut.
Baca Juga: Kiprah Yayasan PPTKA Gresik Kian Melesat, Hadirkan Manfaat Nyata untuk Kemajuan Umat
Anggota DPRD Kabupaten Gresik, Muhammad Kurdi, mengungkapkan bahwa ada dua kebutuhan mendesak yang disampaikan oleh para nelayan. Pertama, mereka meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memfasilitasi normalisasi sungai-sungai yang mengalami pendangkalan, seperti Sungai Lebakan dan Sungai Krobyokan, serta beberapa alur sungai sekitarnya.
"Pendangkalan sungai sudah mengganggu jalur perahu nelayan. Karena itu mereka berharap pemerintah segera melakukan normalisasi agar akses menuju laut kembali lancar," kata Gus Kurdi, Selasa (21/7/2026).
Selain normalisasi, para nelayan juga mengharapkan penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan dermaga atau lokasi tambat labuh perahu. Kebutuhan PJU diperkirakan mencapai 9 hingga 12 titik guna menunjang keamanan aktivitas nelayan pada malam hingga dini hari.
Baca Juga: Soroti Rendahnya Serapan Anggaran DPUTR, Komisi III DPRD Gresik Agendakan Sidak Lapangan
Politisi dari Fraksi Gerindra ini menegaskan seluruh usulan akan diteruskan ke OPD terkait, seperti Dinas PUTR dan Dinas Perikanan, agar dapat direalisasikan melalui APBD tahun ini.
"Untuk nilai anggarannya tidak terlalu besar, tetapi manfaatnya sangat besar bagi para nelayan. Kami berharap aspirasi ini bisa direalisasikan," ucapnya.
Selain persoalan nelayan, warga mengeluhkan proyek pelebaran jalan kabupaten di wilayah Ujungpangkah dan Sidayu yang belum dilengkapi pembangunan saluran drainase. Di beberapa ruas jalan seperti Desa Pangkah Kulon, Pangkah Wetan, hingga kawasan Sidayu, jalanan memang telah diperlebar, namun ketiadaan saluran air di sisi kanan dan kiri jalan memicu genangan saat hujan tiba. Air yang meluber ke pemukiman warga kerap menyebabkan banjir setempat.
Baca Juga: Sidak Dua Sekolah Dasar, Komisi IV DPRD Gresik Keluarkan Tiga Rekomendasi Antisipasi Pungli Atribut
Masyarakat juga mengusulkan agar Pemkab Gresik kembali mengaktifkan program hibah bagi kelompok masyarakat, lembaga pendidikan, pondok pesantren, madrasah, sekolah swasta, yayasan, hingga lembaga keagamaan pada tahun anggaran mendatang.
"Program hibah sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana, perbaikan ruang kelas, hingga pengadaan alat pembelajaran. Banyak lembaga yang tidak ingin membebani wali murid dengan menaikkan SPP, tetapi di sisi lain mereka tetap membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan," tutup Gus Kurdi. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik