RADAR GRESIK — Komitmen pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah pesisir Kabupaten Gresik terus dikebut. Melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, sebanyak 35 unit rumah warga di Desa Pulopancikan, Kecamatan Gresik, kini resmi bertransformasi menjadi hunian yang sehat, aman, dan layak huni.
Program penataan kawasan permukiman kumuh ini didanai penuh melalui alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT SMF tahun buku 2025 dengan total anggaran mencapai Rp1,257 miliar.
Proses konstruksi fisiknya telah rampung dikerjakan selama empat bulan dengan melibatkan sistem swadaya masyarakat sekitar.
Baca Juga: Kukuhkan Pokja Bunda PAUD 2025–2029, Pemkab Gresik Perkuat Sinergi Pendidikan Karakter Sejak Dini
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Gresik, Edy Hadisiswoyo, menuturkan bahwa program pembenahan permukiman ini menyasar langsung Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Data penerima manfaat telah diverifikasi secara ketat oleh Pemkab Gresik agar tepat sasaran.
"Konsep utama yang kami usung mengedepankan aspek kolaborasi dan pemberdayaan. Masyarakat tidak hanya menjadi objek, melainkan subjek yang aktif berpartisipasi dalam pembangunan desanya sendiri," kata Edy.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT SMF, Bonai Subiakto, menjelaskan bahwa sebagai BUMN di bawah Kementerian Keuangan yang bergerak di bidang pembiayaan perumahan, pihaknya berkomitmen menyalurkan kembali keuntungan perusahaan untuk kemaslahatan publik.
Baca Juga: Naik Kelas! DPRD Gresik Sabet Penghargaan JDIH Terbaik I se-Jawa Timur
“Tujuannya tidak lain adalah mendukung program pemerintah agar semakin banyak warga negara Indonesia yang memiliki serta menikmati kualitas hunian yang jauh lebih baik,” tegas Bonai.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas rampungnya proyek sosial ini. Ia berharap hunian baru ini mampu mendongkrak produktivitas ekonomi penghoninya.
"Kami berharap rumah yang sudah direhab ini dirawat dengan baik. Jika dirawat, usia manfaat bangunan akan jauh lebih panjang sehingga kenyamanannya bisa dinikmati hingga anak cucu ke depan," imbau Washil.
Baca Juga: Sahkan Dokumen RTRW 2026-2046, Pemkab Gresik Berkomitmen Jaga Keseimbangan Industri dan Budaya
Senada, Kepala Desa Pulopancikan, Achmad Afandi, mengakui bantuan ini sangat meringankan beban warganya yang semula terpaksa tinggal di rumah yang memprihatinkan.
"Sekarang warga kami bisa tidur nyenyak tanpa khawatir. Pembangunan ini berjalan menyeluruh dan terintegrasi, mulai dari peninggian tanah (pengurukan) hingga renovasi total. Semoga ini memotivasi warga untuk meningkatkan ekonomi keluarga," harap Kades Afandi.
Rasa syukur mendalam dirasakan oleh Titik Hartiningsih, warga Jalan KH Zubair 33/09 Desa Pulopancikan. Ia menceritakan bagaimana kondisi rumahnya terdahulu yang selalu menjadi langganan banjir rob dan bocor setiap kali hujan deras mengguyur, hingga membuatnya tidak bisa berjualan.
Baca Juga: Peringati Hari Posyandu Nasional, Pemdes Pranti Gresik Terapkan Transformasi Layanan Berbasis 6 SPM
“Alhamdulillah, rumah saya sekarang dibongkar total dan dibangun baru dari awal. Lantainya ditinggikan dari jalan, depan rumah dan ruang tamu sudah dikeramik rapi. Kalau dulu kanan-kiri belum punya tembok sendiri, sekarang sudah ditembok kokoh. Terima kasih Pemkab Gresik, Kementerian PKP, dan PT SMF,” ungkap Titik haru.
Ia pun berharap program kemanusiaan semacam ini tidak mandek di desanya saja, melainkan bisa direplikasi dan dilanjutkan ke wilayah-wilayah padat penduduk lainnya di Kabupaten Gresik. (jar/han)
Editor : Hany Akasah