RADAR GRESIK - Kepuasan jemaah haji Indonesia terhadap layanan di Tanah Suci menjadi viral dalam penyelenggaraan haji tahun 2026.
Mulai dari konsumsi, transportasi, hingga pendampingan petugas dinilai semakin baik. Anggota DPD RI, Lia Istifhama, memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang dinilainya sangat luar biasa.
Sejumlah jemaah mengaku merasakan langsung peningkatan kualitas layanan. Salah satunya Aida, jemaah asal Kota Batu, Jawa Timur. Ia menilai fasilitas yang diberikan sangat membantu selama menjalankan ibadah.
“Alhamdulillah, saya senang sekali. Makanannya enak, bus sholawat nyaman, petugasnya ramah dan sigap,” ujarnya.
Menurut Ning Lia sapaan Lia Istifhama, testimoni tersebut menjadi bukti bahwa pelayanan haji Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.
Baca Juga: Luncurkan Ekosistem Hukum Digital, Pemkab Gresik Borong Penghargaan JDIH Terbaik Jatim
“Mulai dari konsumsi, transportasi seperti bus sholawat, hingga kesiapan petugas, semuanya menunjukkan peningkatan. Saya sangat mengapresiasi kerja keras Kemenag, ini luar biasa,” tegasnya.
Salah satu peningkatan yang dirasakan jemaah adalah penempatan hotel yang terpusat di kawasan markaziyah. Hal ini membuat mobilitas lebih mudah dan menciptakan rasa aman.
“Jemaah berada dalam satu kawasan, sehingga lebih nyaman dan terkoordinasi dengan baik,” ujar Ning Lia, yang juga keponakan Gubernur Jatim Khofifah.
Dengan berbagai peningkatan tersebut, Ning Lia berharap kualitas pelayanan haji Indonesia dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. “Harapannya, jemaah bisa beribadah dengan lebih khusyuk, nyaman, dan aman. Karena pada akhirnya, pelayanan yang baik akan sangat menentukan kualitas ibadah jemaah,” kata Ning Lia.
Dari sisi konsumsi, terjadi efisiensi biaya sekaligus peningkatan kualitas. Harga makanan turun dari 40 riyal menjadi 36 riyal, namun porsi justru ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi jemaah.
“Yang penting, rasa tetap sesuai selera nusantara, jadi jemaah tetap merasa dekat dengan suasana Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman, menegaskan bahwa pelayanan tahun ini difokuskan pada kenyamanan, terutama bagi jemaah lanjut usia (lansia). Setiap kloter disiapkan 15 hingga 18 petugas khusus untuk mendampingi lansia.
“Satu jemaah lansia didampingi minimal dua petugas. Kami pastikan layanan cepat, aman, dan tepat,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 15 porsi makanan siap santap (ready to eat/RTE) saat puncak haji, serta memastikan distribusi berjalan tertib. Layanan logistik pun ditingkatkan, termasuk pengantaran koper langsung ke kamar jemaah, sehingga sangat membantu, terutama bagi lansia.
Tak hanya itu, peningkatan juga terlihat pada aspek akomodasi. Sejumlah jemaah haji reguler bahkan mendapatkan fasilitas hotel berbintang, yang menjadi lompatan kualitas dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Khalilurrahman menegaskan bahwa seluruh petugas difokuskan untuk melayani jemaah, bukan menjalankan ibadah haji secara pribadi.
“Petugas bertugas penuh membantu jemaah, termasuk pelaksanaan badal bagi yang sakit atau berhalangan,” jelasnya. (*)