Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sampah Dibakar Tanpa Pengawasan, Ruko Kosong di Pasar Dukun Gresik Hampir Ludes Terbakar

Y
Penulis: Yudhi Dwi Anggoro❯
PEMADAMAN: Petugas Pos Damkar Dukun saat berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan pada ruko kosong yang terbakar akibat rembetan pembakaran sampah di area Pasar Dukun, Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)
PEMADAMAN: Petugas Pos Damkar Dukun saat berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan pada ruko kosong yang terbakar akibat rembetan pembakaran sampah di area Pasar Dukun, Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK – Kebakaran yang dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah melanda kawasan Jalan Raya Pasar Dukun, Desa Kalirejo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Senin (27/7) pagi.

Kobaran api sempat merambat dan membakar bagian ruko kosong tidak berpenghuni sebelum akhirnya berhasil dijinakkan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik.

Perwira Piket Damkarla Gresik, Sulyono, menjelaskan bahwa insiden tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga sekitar, Habibi, pada pukul 06.20 WIB. Menerima laporan tersebut, personel dari Pos Damkar Dukun meluncur satu menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 06.26 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula dari tumpukan sampah yang dibakar di dekat area ruko. Lantaran ditinggal tanpa pengawasan, kobaran api dengan cepat membesar lalu merambat ke struktur bangunan ruko kosong di dekatnya.

"Khawatir kobaran api makin membesar dan merembet ke lapak pedagang lainnya, saksi langsung mendatangi Pos Damkar Dukun untuk meminta bantuan," ujar Sulyono, Senin (27/7).

Advertisement

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas gabungan langsung melakukan tindakan lokalisasi api dan pendinginan intensif guna mencegah perambatan ke deretan bangunan pasar lainnya.

Setelah area dinyatakan benar-benar steril dan aman dari titik panas baru, operasi pemadaman dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 08.24 WIB.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Tidak ada kerugian material signifikan yang dilaporkan, dan seluruh proses penanganan berjalan lancar tanpa kendala," terang Sulyono.

Dalam operasi pemadaman ini, Pos Damkar Dukun mengerahkan 10 personel dengan dukungan satu unit mobil pemadam dan satu unit mobil suplai air. Proses penanganan di lapangan turut dibantu petugas PLN, Trantib Kecamatan Dukun, serta armada tangki air eksternal.

Pihak Damkarla Kabupaten Gresik kembali mewanti-wanti masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan, terlebih di dekat bangunan atau area kering yang mudah terbakar, demi mengantisipasi potensi bahaya kebakaran yang lebih besar. (yud/han)

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Jawab Tantangan Kawasan Industri, Komisi III DPRD Gresik Inisiasi Perubahan Perda Pencegahan Kebakaran

Jawab Tantangan Kawasan Industri, Komisi III DPRD Gresik Inisiasi Perubahan Perda Pencegahan Kebakaran

GRESIK – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik mulai menyusun perubahan regulasi terkait pencegahan dan penanggulangan kebakaran. Langkah strategis ini dimatangkan melalui Focus Group Discussion (FGD) pe

Rentang Tiga Jam, Dua Kebakaran Landa Lapak Nasi Goreng dan Rumah Warga di Gresik

Rentang Tiga Jam, Dua Kebakaran Landa Lapak Nasi Goreng dan Rumah Warga di Gresik

RADAR GRESIK – Dua peristiwa kebakaran hebat melanda wilayah Kabupaten Gresik dalam rentang waktu kurang dari tiga jam pada Kamis (16/7) dini hari. Kebakaran pertama menghanguskan sebuah lapak nasi goreng di Jalan Prokl

Tiga Hari Kepung Permukiman dengan Asap Tebal, Kebakaran Lahan Alang-alang di Kebomas Gresik Akhirnya Dipadamkan

Tiga Hari Kepung Permukiman dengan Asap Tebal, Kebakaran Lahan Alang-alang di Kebomas Gresik Akhirnya Dipadamkan

Penderitaan warga di kawasan Kecamatan Kebomas akibat kepulan asap pekat akhirnya mendapat penanganan medis darurat lapangan. Kebakaran hebat melanda sebuah lahan terbuka yang ditumbuhi rimbunan rumput alang-alang di kaw

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer