Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Responsif Gender, Program Bunda Puspa Siap Sentuh Perempuan Rentan di Gresik

Hany Akasah • Rabu, 20 Mei 2026 | 14:37 WIB
OPTIMALISASI: Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Terus Menguatkan Program Berbasis Kesetaraan Gender untuk Meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). (Ist/Radar Gresik)
OPTIMALISASI: Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Terus Menguatkan Program Berbasis Kesetaraan Gender untuk Meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). (Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Pemberdayaan perempuan terbukti menjadi salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal ini sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) yang terus menguatkan program berbasis kesetaraan gender untuk meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi program Bunda Puspa (Perempuan Sejahtera dan Berdaya) yang dirancang sebagai instrumen pemberdayaan perempuan sekaligus pengungkit kesejahteraan keluarga.

Baca Juga: Dinas KBPPPA Gresik Gencarkan Pendampingan Standardisasi Sekolah Ramah Anak di Pulau Bawean

Program ini merupakan implementasi dari anggaran responsif gender, yakni kebijakan yang memastikan perempuan dan laki-laki memperoleh akses, manfaat, serta peluang yang adil dalam pembangunan.

Dengan pendekatan tersebut, perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga berperan sebagai subjek dan motor penggerak ekonomi keluarga.

Kepala Dinas KBPPPA Gresik, dr. Titik Ernawati, menegaskan bahwa peningkatan kualitas perempuan akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga: Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Dinas KBPPPA Gresik Targetkan Lingkungan Sekolah dan Pesantren Bebas Kekerasan Seksual

“Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat. Dari situlah dampak ekonomi akan terasa, termasuk kontribusi terhadap peningkatan PDRB,” ujarnya.

Pada tahun 2026, program Bunda Puspa akan menyasar delapan kecamatan dengan masing-masing sepuluh desa, dengan penetapan dua perempuan penerima manfaat tetap di setiap desa.

Sasaran program difokuskan pada kelompok rentan, di antaranya perempuan dari keluarga desil I hingga VI, perempuan yang belum pernah menerima bantuan pemerintah, keluarga dengan anggota disabilitas, serta penyintas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Baca Juga: Dukung Mudik Sehat, BKKBN Jatim Bersama IBI dan Dinas KBPPPA Gresik Buka Posko Sapa Mudik di Rest Area Tol Sumo

Pendekatan ini dinilai penting agar intervensi pemberdayaan benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan. Pelaksanaan program menggunakan skema swakelola tipe III dengan menggandeng Universitas Ciputra sebagai mitra strategis.

Kolaborasi ini meliputi pelatihan lanjutan, penyusunan jadwal sosialisasi, penetapan pendamping dan fasilitator, hingga pembekalan teknis bagi para penerima manfaat.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemberdayaan perempuan bukan hanya soal kesetaraan, tetapi juga strategi konkret untuk mendorong peningkatan PDRB daerah. Ketika perempuan produktif dan berdaya, daya beli masyarakat meningkat, aktivitas ekonomi tumbuh, dan hal ini secara langsung berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Gresik,” katanya.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Keluarga, Dinas KBPPPA Gresik Ajak Media Jadi Pilar Edukasi Masyarakat

Dengan integrasi perspektif gender dalam kebijakan pembangunan, Pemkab Gresik optimistis program Bunda Puspa mampu menciptakan keadilan sosial sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah.

Ke depan, program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan perempuan berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kualitas hidup keluarga, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi inklusif di Kabupaten Gresik. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#Pemkab #gresik #bunda puspa #Wanita