Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Lia Istifhama Dorong Penguatan Moderasi Beragama dan Harmoni Sosial

Hany Akasah • Senin, 18 Mei 2026 | 07:44 WIB
Anggota DPD RI Lia Istifhama tengah berbicara dalam Sosialisasi Perda Fasilitasi Pengembangan Pesantren bersama MUI Jatim, di Surabaya.
Anggota DPD RI Lia Istifhama tengah berbicara dalam Sosialisasi Perda Fasilitasi Pengembangan Pesantren bersama MUI Jatim, di Surabaya.

RADAR GRESIK – Penguatan moderasi beragama dan harmoni sosial menjadi perhatian Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama saat melakukan kunjungan, silaturrahmi, audiensi, dan dialog bersama Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Minggu (17/5).

Kegiatan tersebut dihadiri pengurus MUI Provinsi Jawa Timur, tokoh agama dan ulama, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, akademisi dan pemerhati sosial keagamaan, serta pemangku kepentingan bidang keagamaan dan sosial masyarakat.

Dalam dialog bersama ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat tersebut, Lia menilai lembaga keagamaan memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat nilai toleransi di tengah masyarakat.

Baca Juga: Pastikan Anggaran Aman, Pemkab Gresik Tegaskan Tidak Ada Pengurangan PPPK

Menurut Lia, sinergi antara pemerintah, ulama, dan organisasi keagamaan perlu terus diperkuat untuk membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis dan inklusif.

“Peran tokoh agama sangat penting dalam menjaga keteduhan sosial, memperkuat nilai kebangsaan, dan membangun budaya dialog yang damai di tengah masyarakat,” ujar Lia.

Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu juga menyoroti pentingnya penguatan moderasi beragama sebagai langkah pencegahan terhadap berkembangnya paham intoleran dan ekstremisme di tengah masyarakat.

Baca Juga: Ditinggal ke Kandang Sapi, Rumah Warga di Bawean Gresik Dibobol Maling, Uang dan Emas Senilai Rp100 Juta Amblas

Dia menilai pendidikan moderasi beragama perlu diperkuat melalui pendekatan edukatif dan pembinaan keagamaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya bagi generasi muda.

Selain isu moderasi beragama, dialog tersebut juga membahas fenomena sosial “sound horeg” yang belakangan menjadi perhatian masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Timur. Lia menilai persoalan tersebut perlu disikapi secara bijak melalui pendekatan dialogis dan persuasif agar tidak memicu konflik sosial di masyarakat.

“Penanganan persoalan sosial harus dilakukan dengan pendekatan edukatif dan komunikasi yang baik, sehingga ketertiban masyarakat tetap terjaga tanpa menimbulkan gesekan sosial,” katanya.

Baca Juga: Muatan Dekorasi Miring, Mobil Gran Max Terguling dan Hantam Dua Kendaraan di Duduksampeyan Gresik

Dalam forum tersebut, Lia juga menyinggung pentingnya penguatan solidaritas kemanusiaan dan kepedulian global, termasuk terhadap konflik kemanusiaan di Palestina dan Timur Tengah. Menurut dia, nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial perlu terus ditanamkan kepada masyarakat melalui kegiatan sosial dan edukasi publik.

Selain itu, Lia menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembinaan spiritual masyarakat melalui dakwah yang moderat, inklusif, dan relevan dengan tantangan generasi muda saat ini.

Dia berharap ulama dan tokoh agama terus mengambil peran aktif dalam membina generasi muda agar memiliki pemahaman keagamaan yang kuat sekaligus terbuka terhadap keberagaman.

Baca Juga: Viral Pelanggan Ngamuk di Kedai Es Krim Driyorejo, Warganet Ramai Bongkar Dugaan Pelayanan Buruk Staff

“Pembangunan karakter bangsa membutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk lembaga keagamaan, akademisi, dan masyarakat,” ujarnya.

Editor : Hany Akasah
#Moderasi #Agama #ulama #Lia Istifhama #Sosial