RADAR GRESIK - Persiapan transformasi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 37 Gresik menuju Sekolah Rakyat Terintegrasi terus dimatangkan. Meski sarana fisik di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu mulai disiapkan, penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) pengajar hingga kini masih menunggu instruksi dari Pemerintah Pusat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik, dr. Ummi Khoiroh, menegaskan bahwa kewenangan penyediaan tenaga pengajar sepenuhnya berada di tangan Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Pemerintah Kabupaten Gresik memiliki porsi tugas yang berbeda dalam pengembangan sekolah ini.
“Untuk SDM pengajar menjadi kewenangan pusat. Dari kabupaten, kami bertugas menyiapkan calon siswanya,” jelas dr. Ummi, Jumat (8/5).
Baca Juga: Dinsos Gresik Mulai Penjangkauan Siswa Sekolah Rakyat Mei Ini, Targetkan Keluarga Kurang Mampu
Ia meyakini ke depan pasti akan ada penambahan tenaga kependidikan seiring dengan gedung sekolah yang dibangun lebih besar dan kapasitas tampung yang meningkat guna mendukung konsep pendidikan terintegrasi.
Selain urusan SDM, dr. Ummi menyoroti tantangan sosial dalam menjaring siswa. Mengingat Sekolah Rakyat menggunakan sistem asrama, proses penjangkauan anak-anak agar mau mengikuti program ini tidaklah mudah.
"Tantangan terbesar adalah faktor psikologis; tidak semua anak atau calon siswa mau berpisah dengan keluarga untuk tinggal dan belajar di asrama Sekolah Rakyat," imbuhnya.
Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Capai 41 Persen, Dinsos Gresik Siapkan Kuota hingga 300 Siswa
Senada dengan Dinsos, Kepala Sekolah SRMA 37 Gresik, Rangga Pratama Wahyudiarta, menyebutkan bahwa saat ini jumlah tenaga pendidik mencapai 17 guru dan 9 wali asuh. Jumlah ini merupakan formasi lama yang masih bertahan hingga sekarang.
Terkait proyeksi kebutuhan tenaga pengajar di masa depan, Rangga menyebut hal itu akan sangat bergantung pada jumlah siswa yang diterima serta kesiapan sarana prasarana (sarpras).
"Jumlah kebutuhan guru belum bisa diperkirakan secara rinci karena tergantung kuota siswa. Namun, yang jelas nantinya dibutuhkan guru untuk tingkat SD dan SMP, serta tambahan wali asrama dan wali asuh," tutur Rangga.
Baca Juga: Apresiasi Respon Pemkab Gresik, Pak Purnomo Polisi Baik Serahkan Pria Telantar untuk Dirawat Dinsos
Rangga memastikan bahwa jika rekrutmen dibuka, prosesnya akan dilakukan secara transparan dan dikelola langsung di bawah naungan Kementerian Sosial. (jar/han)
Editor : Hany Akasah