Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Momentum Hari Kartini, Nila Yani Hardiyanti: Keterwakilan Perempuan Harus Substantif, Bukan Sekadar Simbolik

Hany Akasah • Minggu, 26 April 2026 | 15:29 WIB
Sarasehan Kartini: Anggota DPR RI Komisi VII Nila Yani Hardiyanti saat memberikan pemaparan dalam Sarasehan Hari Kartini, menekankan pentingnya perlindungan perempuan di ruang digital.
Sarasehan Kartini: Anggota DPR RI Komisi VII Nila Yani Hardiyanti saat memberikan pemaparan dalam Sarasehan Hari Kartini, menekankan pentingnya perlindungan perempuan di ruang digital.

RADAR GRESIK – Anggota DPR RI Komisi VII, Nila Yani Hardiyanti, S.I.Kom., M.IP, memberikan catatan kritis sekaligus harapan besar dalam momentum Sarasehan Hari Kartini.

Politisi muda dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa perjuangan perempuan saat ini harus melampaui sekadar pemenuhan kuota angka, melainkan harus menyentuh substansi kebijakan yang melindungi dan memberdayakan.

Dalam paparannya, legislator dari Dapil X Jawa Timur (Gresik-Lamongan) ini menyoroti tantangan serius yang dihadapi perempuan di era modern, terutama meningkatnya kasus kekerasan seksual berbasis gender online.

Baca Juga: DPR RI Nila Yani Hardiyanti, Kartini Muda Pembela Ekonomi Kerakyatan di Parlemen

Menurutnya, ruang digital yang seharusnya menjadi sarana pemberdayaan justru kerap menjadi ruang sempit yang mengancam keamanan perempuan.

“Kartini masa kini bukan hanya soal hadirnya perempuan di ruang publik, tetapi bagaimana negara memastikan mereka aman, terlindungi, dan memiliki akses yang setara dalam pendidikan, ekonomi, dan terutama di ruang digital,” tegas Nila Yani, Senin (25/5).

Sebagai anggota Komisi VII DPR RI, Nila menekankan bahwa pihaknya berkomitmen mendorong kebijakan yang konkret.

Baca Juga: Mengaktualisasikan Nilai-Nilai Kartini di Era Algoritma dan Tantangan Kesetaraan Digital

Hal ini meliputi penguatan regulasi perlindungan di institusi pendidikan dan tempat kerja, hingga memastikan anggaran negara benar-benar menyentuh kebutuhan dasar perempuan secara langsung.

Ia juga menaruh perhatian besar pada ekosistem industri dan digital. Nila berharap transformasi teknologi menjadi sarana pemberdayaan bagi generasi muda perempuan di sektor ekonomi kreatif, UMKM, dan industri digital, bukan malah membuka celah eksploitasi baru.

“Politik tidak cukup berhenti pada kuota. Harus mampu menjawab persoalan riil seperti keamanan di kampus, akses pembiayaan bagi perempuan, hingga perlindungan hak cipta bagi karya-karya perempuan,” imbuhnya.

Baca Juga: Tiket Pesawat Mahal dan Layanan Buruk, Anggota DPR RI Nila Yani Hardiyanti Kritik Hambatan Pariwisata Nasional

Nila Yani mengajak seluruh pihak untuk memaknai semangat Kartini dengan memastikan perempuan muda memiliki keberanian untuk bersuara dan mengambil keputusan strategis. Ia percaya bahwa kebijakan yang responsif gender akan membawa dampak luas bagi kemajuan bangsa.

“Semangat Kartini hari ini bukan hanya soal memberi ruang kepada perempuan, melainkan memastikan perempuan muda aman untuk tumbuh, berani untuk bersuara, dan kuat untuk menjadi pengambil kebijakan. Politik harus melindungi, ekonomi harus memberdayakan, dan digitalisasi harus memanusiakan,” pungkas politisi muda tersebut dengan optimis.

Melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran di DPR RI, Nila Yani berkomitmen untuk terus mengawal agar setiap kebijakan yang lahir memberikan dampak nyata bagi kualitas hidup perempuan Indonesia. (han) 

Editor : Hany Akasah
#Risma #gresik #PDI P #kartini #Nila Yani