RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus meningkatkan standar pelayanan bagi warganya yang akan menunaikan ibadah haji tahun 2026.
Fokus utama tahun ini adalah memberikan kenyamanan ekstra bagi kelompok lanjut usia (lansia) melalui fasilitasi alat bantu mobilitas berupa kursi roda serta dukungan paket kesehatan lengkap.
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, mengungkapkan bahwa kebijakan ini lahir dari pengalaman pribadinya saat menjadi petugas haji daerah pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Persiapan Rampung, 2.679 Jemaah Haji Gresik Mulai Bertolak ke Tanah Suci Bulan Depan
Ia melihat langsung betapa vitalnya peran kursi roda dan suplemen kesehatan bagi jamaah lansia di tanah suci.
“Perhatian kepada jamaah haji lansia menjadi prioritas kami. Berdasarkan evaluasi, kebutuhan alat bantu mobilitas dan obat-obatan sangat krusial. Meski ini program pertama, kami berkomitmen menjadikannya agenda rutin setiap tahun,” ujar Gus Yani di Ruang Putri Cempo, Rabu (22/4).
Selain alat bantu fisik, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik juga telah menyiapkan paket obat-obatan khusus bagi setiap jamaah, mulai dari obat flu, batuk, hingga vitamin peningkat stamina.
Baca Juga: Sinyal Hijau dari Arab Saudi, Ribuan Jemaah Haji Gresik Mulai Terima Koper dan Perlengkapan
Kepala Kantor Kemenag Gresik, Lulus, memaparkan bahwa total jamaah haji asal Gresik tahun ini mencapai 2.675 orang. Dari hasil pendataan, tercatat ada 117 jamaah yang membutuhkan kursi roda.
“Saat ini Pemkab menyediakan 54 unit kursi roda dengan sistem pinjam pakai. Jumlah ini disesuaikan karena sebagian jamaah sudah memiliki kursi roda pribadi. Ke depan, targetnya akan ditingkatkan menjadi 130 unit pada tahun 2027,” jelas Lulus.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Mukhibatul Khusnah, menyebutkan dari total jamaah, sebanyak 870 orang adalah lansia berusia di atas 60 tahun. Kondisi kesehatan yang dinamis menjadi tantangan yang diantisipasi dengan matang oleh tim medis.
Baca Juga: Kuota Jamaah Gresik Melonjak, Delapan Petugas Haji Daerah Siap Mengabdi Tanpa Honor
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Gresik, dr. Ummi Khoiroh, menambahkan bahwa program ini sempat menemui tantangan regulasi.
Biasanya, bantuan pemerintah hanya diperuntukkan bagi warga tidak mampu, namun berkat penyusunan payung hukum yang tepat, bantuan ini bisa menyasar jamaah haji lansia secara luas.
“Alhamdulillah, melalui regulasi yang tepat, program ini bisa berjalan aman secara administratif dan tetap memberikan manfaat besar bagi jamaah. Kami ingin para tamu Allah ini bisa beribadah dengan lebih khusyuk tanpa terkendala fisik,” pungkas dr. Ummi.
Baca Juga: Hadapi Dinamika Timur Tengah, Ning Lia Dukung Skenario Darurat Kemenhaj untuk Haji 2026
Targetnya, seluruh fasilitas ini sudah siap menyokong keberangkatan jamaah agar tetap prima hingga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. (jar/han)
Editor : Hany Akasah