Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Atasi Banjir di Wilayah Selatan, DPRD Gresik Dorong Normalisasi Saluran Air Menganti Rampung Dua Minggu

Fajar Yuliyanto • Rabu, 22 April 2026 | 08:24 WIB
SIDAK: Wakil Ketua III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, saat meninjau langsung progres normalisasi saluran air di Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Gresik. (Fajar/Radar Gresik)
SIDAK: Wakil Ketua III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, saat meninjau langsung progres normalisasi saluran air di Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Gresik. (Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Komisi III DPRD Gresik melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memantau percepatan normalisasi saluran air di wilayah Kecamatan Menganti, Selasa (21/4).

Proyek yang dikerjakan oleh Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik ini ditargetkan tuntas dalam satu hingga dua minggu ke depan.

Wakil Ketua III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi, menjelaskan bahwa pekerjaan ini meliputi pemeliharaan dan normalisasi saluran sepanjang kurang lebih 600 hingga 700 meter. Lokasi ini menjadi prioritas karena merupakan jalur vital pembuangan air di wilayah Desa Menganti dan sekitarnya.

Baca Juga: Jaring Aspirasi di Menganti Gresik, Abdullah Hamdi Soroti Ketimpangan Guru Swasta hingga Infrastruktur

Meskipun statusnya merupakan aliran "cucu" dari anak Kali Lamong, saluran ini memiliki peran krusial dalam mengalirkan debit air menuju anak sungai utama yang berada di kawasan Desa Bringkang.

“Pekerjaan ini ditargetkan selesai dalam satu sampai dua minggu ke depan. Kami mengapresiasi dukungan DPUTR dan sinergi dengan pemerintah desa setempat. Harapannya, masalah genangan air yang selama ini menghantui warga, terutama di Desa Hulaan dan Sidojangkung, bisa segera teratasi,” jelas Hamdi di sela-sela peninjauan.

Dalam sidak tersebut, Hamdi juga menyoroti kondisi infrastruktur penunjang yang mulai rusak. Berdasarkan temuan di lapangan, banyak titik Tembok Penahan Tanah (TPT) yang dibangun sejak tahun 2013 melalui bantuan provinsi kini kondisinya sudah ambrol.

Baca Juga: Korban Skandal SK ASN Palsu Capai 18 Orang, Komisi I DPRD Gresik Desak Verifikasi Ulang Seluruh Pegawai

Kondisi penahan tanah yang rusak ini dikhawatirkan akan menghambat aliran air meski normalisasi telah dilakukan. Hamdi mendorong adanya pembangunan lanjutan berupa penguatan plengsengan di titik-titik rawan tersebut.

“Berdasarkan usulan pemerintah desa, setidaknya dibutuhkan pembangunan penahan tanah sekitar lima meter di beberapa titik kritis. Ini penting agar hasil normalisasi bisa bertahan lama dan tidak kembali dangkal akibat longsoran tanah,” tambahnya.

Politisi kawakan ini menegaskan bahwa penuntasan normalisasi dan perbaikan TPT oleh DPUTR merupakan kunci utama untuk meminimalisir potensi banjir tahunan di wilayah selatan Gresik.

Baca Juga: Sodorkan Tiga Nama, Fraksi Golkar Segera Isi Kursi Wakil Ketua DPRD Gresik

“Jika penanganan ini dilakukan secara tuntas dan menyeluruh, maka risiko banjir di wilayah Menganti, termasuk Desa Hulaan, Sidojangkung, dan sekitarnya dapat kita tekan seminimal mungkin,” tutup Hamdi. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#Sidak #gresik #DPUTR #abdullah hamdi #dprd