RADAR GRESIK – Suasana ramai di Pasar Gresik Kota, Jalan Samanhudi, Kelurahan Karangpoh, mendadak gempar pada Kamis (12/3). Seorang pria berinisial AW (43) nyaris menjadi sasaran amukan massa setelah diduga hendak melakukan aksi pencopetan di tengah kerumunan pengunjung pasar.
Aksi yang sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial tersebut berhasil diredam setelah petugas kepolisian segera mengamankan pria tersebut dari kepungan warga.
Kapolsek Gresik Kota, Iptu M. Kevin Ramadhan, membeberkan kronologi kejadian yang bermula sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, AW datang ke pasar bersama anak dan istrinya (MI). Mereka mulanya berpura-pura belanja di sebuah toko milik AY (63), warga Yosowilangun.
Namun, gerak-gerik MI (istri AW) memicu kecurigaan. Saat kondisi pasar sedang padat, MI kedapatan berdiri mepet di belakang pembeli lain. Ia diduga sengaja menutupi bagian belakang korbannya menggunakan jilbab yang ia kenakan untuk menutupi aksi tangan panjang.
"Istri pemilik toko yang curiga langsung menegur. Sempat terjadi keributan kecil, namun situasi mereda sesaat," ungkap Iptu Kevin.
Ketegangan memuncak saat pasangan tersebut hendak keluar dari area pasar. Seorang pengunjung yang menyadari gelagat mencurigakan mereka tiba-tiba berteriak "Maling!". Teriakan itu spontan memancing perhatian pengunjung pasar lain.
Panik karena menjadi pusat perhatian, AW berusaha melarikan diri, namun warga dengan cepat mengepung dan mengamankannya. Guna menghindari aksi main hakim sendiri, warga membawa AW ke pos keamanan pasar sebelum akhirnya diserahkan ke Polsek Gresik Kota sekitar pukul 11.00 WIB.
Meskipun dalam insiden ini tidak ada pengunjung yang melaporkan kehilangan barang berharga, petugas menemukan fakta yang mencurigakan di lapangan.
"Hasil pengecekan di TKP, ditemukan satu buah silet di sekitar lokasi. Selain itu, ada satu tas pengunjung yang ditemukan dalam kondisi robek, meski pemiliknya tidak merasa kehilangan barang," jelas Iptu Kevin.
Saat ini, Unit Reskrim Polsek Gresik Kota masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, memeriksa saksi-saksi, dan mendalami keterangan terduga pelaku.
"Kami berterima kasih kepada warga yang sigap dan tidak melakukan aksi anarkis sebelum petugas tiba," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah