RADAR GRESIK- Akibat tingginya curah hujan Jembatan Jrebeng, Raya Legundi, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik kembali berlubang. Kondisi jalan di Jembatan Jrebeng ini banyak yang berlubang karena tergerus air hujan.
Jembatan Jrebeng sendiri merupakan jembatan penghubung antara Gresik, Driyorejo dan Sidoarjo, Krian. Jalan ini merupakan jalan provinsi, sehingga sering dilalui kendaraan berat dan daerah rawan macet di simpang empat Legundi ini.
Akibatnya, kendaraan roda empat atau lebih tidak ada yang berani melewati dengan kecepatan normal. Harus berjalan perlahan-perlahan, bukan hanya itu, roda dua juga terlihat tidak berani berjalan dengan kecepatan normal.
Menurut pengakuan salah satu pengendara roda dua, Salim, asal Krian menyebutkan bahwa kerusakan ini bukan yang pertama kali.
"Jalan Jembatan Jrebeng yang berlubang ini bukan yang pertama kali. Sudah berkali-kali, namun belum dibenahi hingga sekarang," ujarnya, Rabu (14/5).
Salim berharap bahwa Jembatan Jrebeng ini segera di perbaiki. Karena membahayakan pengguna jalan dan dapat menyebabkan kecelakaan.
"Saya sebagai pengguna jalan di Jembatan Jrebeng ini berharap, agar instansi terkait perbaikan jembatan ini segera memperbaiki. Karena jika dibiarkan terus menerus bisa menimbulkan korban jiwa," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu sopir truk, Faisal, mengeluh karena harus menunggu lama akibat antrian akibat kemacetan imbas dari lubang jembatan Jrebeng ini.
"Saya harus nunggu berjam-jam karena macet. Karena melewati jembatan Jrebeng ini harus bergantian, kendaraan harus perlahan lahan melewati Jembatan Jrebeng yang berlubang," ungkapnya.
Senada dengan Salim, Faisal pun juga berharap segera diperbaiki jembatan Jrebeng ini, agar lalu lintas di Jembatan Jrebeng ini lancar.
"Semoga segera diperbaiki ya, karena kalau terus seperti ini. Bisa macet lama," harapnya.
Kanitlantas Driyorejo, Ipda Aang Sutikno, menyampaikan kemacetan parah yang terjadi di sekitar daerah jembatan Jrebeng ini telah dibantu petugas Satlantas Polres Gresik yang mengatur lalu lintas agar bisa terkendali dengan lancar dan aman.
"Dihimbau bagi pengendara roda empat atau lebih disarankan untuk melewati jalan alternatif lain untuk menghindari kemacetan," pungkasnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah