BAWEAN – Pencarian korban kecelakaan laut yang terjadi di Perairan Desa Dekatagung, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik, resmi dihentikan setelah dilakukan pencarian selama tujuh hari tanpa hasil. Korban, Sukandi (63), seorang juragan perahu nelayan asal Dusun Bangsal, Desa Dekatagung, hingga kini masih belum ditemukan.
Tim SAR dari Badan SAR Nasional (Basarnas) Surabaya telah melakukan penyisiran menggunakan Kapal Negara (KN) SAR 249 Permadi, dengan menyusuri area perairan Bawean hingga ke Kabupaten Sumenep di Pulau Madura.
Upaya pencarian ini dimulai sejak Senin (27/1), saat Sukandi dilaporkan tenggelam bersama perahunya.
Namun, meskipun telah melakukan penyisiran intensif, korban tetap belum ditemukan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Surabaya, Didit Arie Ristandy, menjelaskan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP), batas maksimal pencarian adalah tujuh hari.
"Mulai hari ini, kami menghentikan pencarian. Namun, kami tetap berkoordinasi dengan pihak terkait dan stakeholder lain untuk memastikan apakah ada yang menemukan korban," ujarnya, Rabu (5/2).
Selama pencarian, tim Basarnas menghadapi tantangan cuaca buruk, dengan gelombang laut yang tinggi dan angin kencang. Kapal KN Permadi bahkan sempat harus sandar di Pelabuhan Sumenep karena kondisi laut yang tidak memungkinkan untuk melanjutkan penyisiran.
"Sempat ada kendala, kapal SAR harus sandar di Pelabuhan Sumenep karena gelombang dan angin yang sangat kencang," jelas Didit.
Meski pencarian dihentikan sementara, Kasat Polairud Polres Gresik, Iptu Arifin, mengungkapkan pihaknya bersama petugas setempat berencana melanjutkan pencarian dengan menyelam di lokasi kejadian setelah cuaca membaik.
"Kami berkoordinasi dengan Polsek setempat, dan ada kemungkinan korban terlilit jaring ikan. Kami akan melanjutkan pencarian dengan menyelam," ujar Iptu Arifin.
Namun, hingga saat ini, perahu, jaring, dan Sukandi masih belum ditemukan.
Sekedar diketahui, kecelakaan laut tragis ini terjadi pada Senin (27/1) sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu, perahu yang membawa empat nelayan diterjang angin kencang dan ombak besar, yang menyebabkan perahu terguling.
Dua nelayan berhasil selamat setelah berenang dan ditolong oleh perahu nelayan setempat. Sementara satu nelayan lainnya, Sudariono (57), ditemukan meninggal dunia. (yud/han)
Editor : Hany Akasah