RADAR GRESIK – Kasus dugaan kekerasan yang sempat viral di media sosial melalui akun Instagram berakhir damai. AM, perempuan asal Bandung, Jawa Barat itu sempat mengunggah video mengungkapkan pengalaman kekerasan fisik dan seksual yang dialaminya dari kekasihnya, ANR (20), warga Desa Tebalo, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik.
Namun, setelah melalui proses mediasi, korban AM memutuskan untuk mencabut laporannya.
Dalam sebuah unggahan di Instagramnya, AM mengucapkan terima kasih kepada Polres Gresik atas penanganan cepat yang dilakukan.
AM menyatakan masalah mereka telah diselesaikan dengan damai.
“Halo semuanya, saya AM ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Polres Gresik dan Bapak Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu atas respon cepat dari permasalahan saya. Alhamdulillah, semuanya sudah terselesaikan, terima kasih teman-teman semuanya,” ujar AM dalam video yang diunggah.
Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu membenarkan kedua belah pihak telah berdamai. "Sudah damai, mereka akan menikah," jelas AKBP Rovan, Kamis (30/1).
Sebelumnya, AM melalui akun Instagram @a.armilaam memposting dugaan kekerasan yang dialaminya sejak awal tahun 2024. Dalam unggahannya, AM mengungkapkan kekerasan yang dilakukan ANR termasuk tindakan fisik yang sangat brutal, seperti diseret, ditonjok, diludahi, dipukul, ditendang, hingga dilempar.
"Kekerasan yang aku alami berupa diseret, ditonjok, diludahin, dipukul, ditendang, dan yang paling parah aku dilempar," tulis AM dalam postingannya.
AM juga menyatakan mengalami kekerasan seksual dan sempat berencana melaporkan kejadian tersebut. Namun, pelaku (ANR) berhasil memanipulasi pikirannya sehingga ia tidak jadi melapor.
“Terkadang aku melawan, efek kejadian yang aku alami, aku sering panic attack dan sering ngamuk,” tambahnya.
AM menceritakan ia dan ANR pernah melakukan mediasi antar keluarga, namun tidak menghasilkan penyelesaian yang memadai. "Kita sudah pernah mediasi antar keluarga, malah tidak membuahkan hasil dan malah menyudutkan salah satu pihak," ujarnya.
Sebelum akhirnya memilih untuk mencabut laporan, AM berharap agar kejadian ini dapat menjadi pelajaran untuk tidak ada perempuan lain yang mengalami kekerasan serupa.
“Aku harap tidak ada perempuan lain yang mendapatkan perlakuan seperti ini, dan kalau ada, jangan menyudutkan korban,” tegasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah