RADAR GRESIK - Satpolairud bersama TNI dan warga masih melakukan pencarian Sukandi (63), warga Desa Deket Agung, Dusun Bangsal, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik.
Kanit Satpolair Bawean, Bripka Sodiq Susanto, mengungkapkan bahwa anggota Satpolairud Polres Gresik, TNI, dan masyarakat terus melakukan pencarian.
"Pencarian dilakukan dengan menyisir bibir pantai dan memeriksa titik lokasi perahu tenggelam dan terus meluas," ujarnya, Selasa (28/1).
Kecelakaan laut tersebut terjadi di Perairan Pulau Bawean pada Senin (27/1) dini hari. Sebuah perahu nelayan tenggelam setelah diterjang ombak besar dan angin kencang. Akibat kecelakaan ini, satu nelayan tewas, satu nelayan masih hilang, sementara dua nelayan lainnya selamat.
Tiga anak buah kapal (ABK) yang turut dalam perahu tersebut adalah Sudariono (57), yang ditemukan meninggal dunia, serta dua ABK yang selamat, Nurul Mujahadah (57) dan seorang ABK lainnya. Kedua ABK yang selamat menjadi saksi kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula pada Senin (27/1) sekitar pukul 03.30 WIB, ketika Sukandi bersama tiga ABK berangkat dari Dusun Bangsal, Desa Deket Agung, Kecamatan Sangkapura, untuk mencari ikan di laut.
Setelah mencapai titik pencarian ikan sekitar 3 mil dari daratan, Sukandi memerintahkan ABK untuk menebar jaring. Namun, sekitar pukul 06.30 WIB, angin kencang dan ombak besar datang menerjang perahu. Akibatnya, perahu kemasukan air dari samping. Karena kapal masih terikat dengan jaring, perahu terbalik dan tenggelam.
Pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan, dan jenazah Sukandi berhasil ditemukan pada hari ketiga setelah kejadian. (yud/han)
Editor : Hany Akasah