RADAR GRESIK- Puluhan warga Dusun Brak, Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Gresik, mendatangi Mapolres Gresik pada Senin (4/11). Kedatangan puluhan warga tersebut untuk melaporkan seorang perempuan berinisial RWI, 35 tahun, asal Dusun Brak, Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Gresik, yang diduga melakukan penipuan arisan bodong kepada warga.
Dari laporan yang disampaikan oleh warga, total kerugian warga yang menjadi korban arisan bodong mencapai Rp1,7 miliar.
Santoso, koordinator laporan warga yang menjadi korban arisan bodong, mengungkapkan rata-rata kerugian dari masing-masing korban mencapai Rp21 juta.
“Kalau saya sendiri punya dua slot, dan saudara saya juga sama dua slot. Satu slotnya setiap minggu bayar Rp150 ribu. Perkiraan kerugian saya dan saudara saya Rp 84 juta,” ujarnya kepada awak media saat di Mapolres Gresik, Senin (4/11).
Ditambahkan Santoso, dari 140 orang yang ikut arisan tersebut, ada 82 orang yang belum terbayar. Padahal setiap minggu arisan tersebut dikocok.
“Setiap minggu dikocok, ternyata yang dapat nama fiktif,” jelasnya.
Dalam pembayaran arisan itu, lanjut dia, ada yang melalui transfer atau mendatangi rumah terlapor. Sebagian dari warga yang mengikuti arisan itu, merupakan pelanggan terlapor. Karena sebelumnya, terlapor menjadi agen produk Herbalife.
“Mula-mula arisan nasabah, berlanjut ke arisan warga sekitar lainnya. Arisan ini sudah berjalan sejak 2021, sekitar 3 tahunan. Dengan kerugian sampai dengan Rp1,7 miliar,” ucapnya.
Selain desa setempat, warga desa lain juga ada yang menjadi korban. Dari Desa Sekapuk, Cangaan, Bolo, Kecamatan Ujungpangkah. “Sebelumnya, warga beberapa kali mendatangi rumah terlapor. Namun, terlapor terkesan tidak ada iktikad baik, bahkan menantang untuk dilaporkan ke pihak berwajib atau kepolisian,” pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah