RADAR GRESIK-Selama beberapa bulan terakhir, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Gresik (Damkarla) Pemkab Gresik terlihat kewalahan. Hal itu karena hampir tiap hari terjadi kebakaran di seluruh pelosok Gresik. Ironisnya, mayoritas kebakaran dipicu alang-alang kering.
Pekan lalu, kebakaran terjadi di Kecamatan Kebomas Gresik. Kali ini kebakaran terjadi akibat alang-alang terbakar yang merembet ke blower produksi milik PT DSN di desa Karangkiring, Kecamatan Kebomas.
Sebelumnya juga menyebabkan Kepala Desa Driyorejo Choirul Mahmud pasrah karena pabrik pengelolaan plastiknya ludes karena terdampak kebakaran alang-alang.
Kepala Dinas Damkarla Pemkab Gresik Suyono mengatakan, kebakaran yang disebabkan alang-alang kering dan terbakar cukup menyedihkan beberapa bulan terakhir ini. Bukan hanya sengaja dibakar, ada alang-alang yang terbakar sendiri.
“Hingga pertengahan bulan Oktober 2024, Damkarla Gresik telah menangani 58 kasus kebakaran lahan kosong,” kata Suyono.
Suyono mengungkapkan setiap hari petugas Damkarla Pemkab Gresik harus menangani empat hingga lima kebakaran di seluruh wilayah Gresik.
"Ini angka yang cukup tinggi, dari tahun sebelumnya" jelasnya.
Menurut Suyono mengungkapkan semak-semak kering di dekat permukiman menjadi salah satu faktor utama penyebab kebakaran, terutama saat musim kemarau.
"Untuk itu, Kami mengajak masyarakat untuk lebih proaktif menjaga lingkungan dan segera melaporkan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, " tegasnya.
Suyono mengungkapkan sebagai langkah antisipasi, Damkarla Gresik juga telah mengoptimalkan teknologi, seperti penyediaan call center 112. Hal ini, untuk memudahkan masyarakat melaporkan kebakaran lebih cepat.
Langkah itu diharapkan menekan angka kebakaran lahan kosong yang sering kali disebabkan oleh pembakaran sampah sembarangan.(yud/han)
Editor : Hany Akasah