RADAR GRESIK- Usai mangkir dari panggilan pertama, sekretaris desa (Sekdes) Roomo Kecamatan Manyar, Gresik Rudi Hermansyah akhirnya datang memenuhi panggilan penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari pada Senin (23/9) kemarin.
Sekdes datang bersama dengan Ketua BPD Manyar, Gresik Nur Hasyim yang juga dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan penyalahgunaan dana CSR PT.Smelting.
Dana CSR dari PT.Smelting pertahun sebesar Rp1 miliar diserahkan secara bertahap ke Pemdes Roomo, Kecamatan Manyar. Dana tersebut dibelanjakan beras oleh Pemdes Roomo dan diserahkan kepada warga. Akan tetapi, bantuan beras tersebut tidak layak konsumsi.
Saat dikonfirmasi Kasi Pidsus Kejari Gresik Alifin N Wanda mengatakan penyidik Kejari sudah memeriksa Perangkat Desa Roomo diantaranya Kades, Bendahara, Sekdes dan ketua BPD.
“Benar Sekdes sudah kami periksa bersama dengan ketua BPD Desa Roomo, Nur Hasyim kemarin,” ujarnya, Rabu (25/9).
Alifin mengungkapkan pihak penyidik pidsus Kejari Gresik melakukan pemeriksaan puluhan warga yang mendapatkan bantuan beras dari Pemdes Roomo melalui dana CSR PT. Smelting. Dari pihak Smelting, penyidik masih memeriksa dua orang.
“ Kami akan melakukan pemeriksaan dan kembangkan untuk penelusuri siapa yang bertanggung atas dugaaan tindak pidana korupsi penyimpangan dan penyalahgunaan dana CSR PT.Smelting,” pungkasnya.
Seperti diberitakan, Ratusan warga ngeluruk ke balai desa Roomo, Kecamatan Manyar Gresik untuk meminta pertanggung jawaban Pemdes Roomo yang dinilai bertanggung jawab atas bantuan beras tak layak kosumsi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Smelting.
Bantuan CSR dari PT. Smelting senilai Rp 1 miliar tahun ini, dikelola oleh Pemdes Roomo melaui Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dengan pengadaan bantuan beras. Akan tetapi, beras yang salurkan ke warga kualitasnya berkutu, berwarna kuning dan bau apek.
Dan terkait polemik penyaluran beras CSR di Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik juga sudah dilakukan dimediasi oleh pihak pemerintah kecamatan Manyar dan dihadiri pihak Pemerintah Desa, Warga, RT, RW dan perwakilan BPD hadir di Kantor Kecamatan Manyar, Selasa (17/9) dalam rangka mediasi tersebut.(yud/han)
Editor : Hany Akasah