Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Ramai, Akun Medsos PNS SMA 1 Cerme Pelaku Penghentian Ibadah Umat Kristen di Gresik Diserang Netizen

Hany Akasah • Rabu, 15 Mei 2024 | 22:17 WIB

 

DIBULLY HABIS-HABISAN: Akun Medsos Yayik Susilawati dihujat habis-habisan oleh netizen
DIBULLY HABIS-HABISAN: Akun Medsos Yayik Susilawati dihujat habis-habisan oleh netizen

RADAR GRESIK-Meski sudah mediasi, ternyata tak muda menghilangkan ingatan publik untuk memaafkan seseorang. Seperti yang terjadi kepada Yayik Susilawati, PNS SMAN 1 Cerme Gresik yang harus berurusan dengan warga net se-Indonesia. Netizen menyerang akun media sosial (medsos) Yayik Susilawati.

Di akun medsosnya, Yayik tidak banyak menampilkan diri sebagai sosok tenaga usaha (TU) di SMAN 1 Cerme Gresik. Namun, Yayik lebih banyak mengupload video dan fotonya sebagai instruktur aerobik dan zumba.

Di Gresik, Yayik terkenal sebagai instruktur aerobik yang aktif dengan suara yang menggelegar. Orangnya juga terkenal sangat ramah.

“Alasan apapun, apalagi alasan mobil menutup jalan . Bukan dengan cara menghentikan ibadah orang lain,” kata Reni di kolom komentarnya.

Banyak netizen yang menyayangkan ulah Yayik karena pekerjaannya sebagai PNS di SMAN 1 Cerme. Sekolah terkenal di Gresik.

Nyaris dari 4.000 komentar membanjiri akun medsos Yayuk Susilawati. Namun, dari sekian ratusan yang menghujat, ada beberapa yang justru membeli.

“Kalian tidak tahu penyebabnya? Persoalannya karena memang pemilik rumah seringkali melaksanakan ibadah tanpa izin tetangga. Pemilik rumah ini sering pindah dari RT satu ke lainnya. Bu Yayik ini memang ceplas ceplos dan orangnya baik,” kata Mina, salah satu netizen yang membela.

Sampai berita ini diturunkan, akun Yayik Susilawati langsung diprivat. Sehingga, netizen tidak bisa lagi mengakses akun media sosialnya, baik INSTAGRAM, Facebook, maupun YouTube,

Sementara itu, Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur (Jatim) memberikan hukuman kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS), Yayik Susilawati, pelaku yang membubarkan ibadah umat kristen di Kabupaten Gresik. 

Perempuan yang juga instruktur zumba itu diskorsing (dirumahkan) hingga terancam dimutasi sehingga tidak lagi bekerja di SMAN 1 Cerme.

Kepala SMAN 1 Cerme Indah Nusa Rini menyampaikan Yayik tercatat sebagai tenaga administrasi tata usaha di sekolah telah dilakukan pembinaan oleh Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur Kabupaten Gresik.

Baca Juga: Buntut Video Viral Penghentian Ibadah, PNS Sekaligus Instruktur Zumba di Gresik Terancam Dipolisikan

"Sudah dipanggil dan dilakukan pembinaan kepada yang bersangkutan," katanya.

Setelah dilakukan pembinaan oleh sekolah maupun Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur, Indah menyatakan jika yang bersangkutan telah dirumahkan dari sekolah.

"Untuk kondusifnya di sekolahan, mulai hari ini dirumahkan. Sampai menunggu keadaan kondusif sehingga yang bersangkutan tidak lagi beraktivitas di sekolah," ujarnya.

Pihak sekolah sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh Yayik. Menurutnya, hal tersebut seharusnya tak pantas dilakukan, apalagi sekarang PNS.

Dia pun kaget ketika melihat video yang beredar. Potongan video itu memperlihatkan anak buahnya adu mulut dengan jemaat Kristen yang tak lain tetangganya sendiri. 

"Sebenarnya ini di luar dari kedinasan, menurut kami hal itu tidak biasa, dan berdampak sekali terhadap aktivitas sekolah," ujar Indah.

Sebagai informasi, Yayik Susilawati bersama suaminya beserta satu orang lainya membubarkan jemaat agama Kristen saat tengah melangsungkan ibadah Kenaikan Isa Almasih di rumah Manurung RT 11 RW 03 Perumahan Cerme Indah (PCI) Desa Batiting pada Rabu 8 Mei 2024.

Yayik, warga yang disebut membubarkan peribadatan umat kristen membantah jika kejadian tersebut merupakan perbuatan yang tidak menyenangkan. "Saya memohon maaf jika itu disebut membubarkan ibadah," terangnya.

Meski sempat ada perselisihan, dia mengungkapkan kejadian tersebut dipicu karena mobil yang diparkir di rumahnya tak bisa keluar. 

"Itu karena mobil saya mau keluar dari parkiran tidak bisa, dan terhalang para jemaat yang sedang ibadah," pungkas Yayik.Hasil kesepakatan kedua belah pihak saling menghormati dan menghargai serta saling memaafkan tanpa paksaan. Harapan Hormali Sirait kegiatan ibadah tidak dilarang dan bisa dilakukan di rumah.

Sebelumnya, Yayik Susilowati dan keluarga menyampaikan permohonan maaf atas tindakannya menghentikan kegiatan ibadah. (han)

Editor : Hany Akasah
#Kristen #ibadah #sman 1 cerme #gresik #pns #cerme #Medsos #Penghentian #netizen