GRESIK-- Polres Gresik mengungkap penyebab kematian pesilat M Aditya Pratama ,20. Pemuda asal Dusun Jambu RT 001 RW 001 Kel/Desa Semampir Kecamatan Cerme itu tewas dikeroyok seniornya hingga tewas saat menjalani tes kenaikan sabuk.
Korban meninggal akibat luka vital di kepala akibat terbentur batu di tanah.
Saat dikonfirmasi terkait penyebab kematian korban M. Aditiya Pratama Kasat reskrim Polres Gresik Akp Aldhino Prima Wirdhan mengatakan benturan pada kepala korban yang disebakan usai korban jatuh. Bukan karena pukulan kayu.
"Korban lemas badannya terus pingsan, kemudian jatuh terbentur batu di tanah yang menyebabkan korban meninggal, " ujarnya,Kamis (12/10).
Pihaknya akan segera menggelar rekontruksi masih menunggu pengiriman berkas ke pihak kejaksaan.
" Terkait rekontruksi nanti bareng sama jaksa, " jelasnya.
Saat ini, polres sudah menangkap enam pelaku pengeroyokan.
Tiga orang berusia di bawah umur. Pelakunya berinisial AS ,20, RM ,20, ARG ,15, S ,19, HS ,17, dan D ,17,. Keenam tersangka berasal dari Kecamatan Cerme.
"Tersangka lainya belum ada. Saat ini keenam tersangka telah diamankan di Mapolres Gresik. Para tersangka pengeroyokan dijerat Pasal 170 KUHP, Pasal 351 KUHP," pungkasnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah