Informasi yang dihimpun, pada Selasa (6/6) sekitar pukul 01.15 WIB, korban bersama lima temannya mengendarai sepeda motor dari arah barat hendak mengisi BBM di SPBU Bulurejo, tepat di depan pintu masuk SPBU sebelah barat korban berhenti menunggu temannya yang mengisi BBM.
Saat korban Roi menunggu temannya, tiba- tiba dari arah barat datang terduga para pelaku DS mengendarai dua sepeda motor dengan cara satu motor berboncengan tiga orang. Satu motor lagi berboncengan dua orang. Kemudian mereka menghampiri Roi dan mengajak berkelahi. Namun, Roi tidak menghiraukan. Pelaku DS marah hingga terjadi cek-cok. Tiba tiba salah satu teman DS menendang badan korban Roi sampai korban terjatuh dari atas sepeda motornya.
Baca Juga : Operasi Mamin, Muspika Benjeng Temukan Produk Kadaluarsa dan Rusak
Mengetahui korban Roi jatuh, pelaku DS langsung melempar wajah korban Roi menggunakan batu paving yang mengenai wajah korban pada bagian pipi sebelah kanan. Korban Roi berusaha menyelamatkan diri, namun dikejar oleh DS dan teman-temannya sambil melempari batu bata ringan ke arah korban. Selanjutnya pelaku melarikan diri ke arah timur SPBU. Mengetahui terduga pelaku tidak bisa mengejar, kemudian korban Roi langsung melaporkan ke Polsek Benjeng.
Kapolsek Benjeng Iptu Alimin Tunggal membenarkan kejadian atas pengeroyokan kepada korban bernama Roi Al Farizy, yang merupakan Kepala Dusun Ploso, Desa Gluranploso. Korban mengalami luka - luka dan sempat menyelamatkan diri dari para pelaku. Pasalnya, korban juga dikejar dan dilempari batu oleh para pelaku.
“Salah satu pelaku inisial DS melempar wajah korban menggunakan batu paving yang mengenai wajah korban (pipi kanan,red),” ujarnya, Senin (6/6).
Korban berlari untuk menyelamatkan diri bersama saksi Ramadani Subiantoro ,24, dan Muh Sigit Afrianti ,23, asal Kecamatan Gedek, Mojokerto. Para pelaku melempari batu bata ringan kepada korban. Para pelaku melarikan diri ke arah timur SPBU.
“Masih lidik, anggota kami juga sudah melakukan olah TKP dan mengamankan beberapa barang bukti. Diantaranya masing-masing satu batu paving, dan batu bata ringan, dan baju korban,” ungkapnya.
Baca Juga : Jalan Morowudi Benjeng Ambles, Dinas PU Gresik Segera Ajukan Lelang
Selanjutnya, kasus diserahkan ke Reskrim Polres Gresik. Saat ini korban sudah pulang setelah sebelumnya dirawat di Puskesmas Benjeng. Alimin mengaku, saat kejadian kondisi SPBU ramai. Warga banyak antre membeli BBM dan tidak berani membantu korban. “Untuk alat CCTV di SPBU masih mengalami kerusakan dan belum bisa dibenahi karena menunggu teknisinya,” tuturnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan membenarkan pihaknya yang menangani kasus pengeroyokan tersebut. "Betul, ditangani Polres dan baru kami terima laporannya," pungkasnya.(yud/han) Editor : Hany Akasah