Kepala Desa Sembung Deny Erikawati mengatakan, intensitas hujan yang cukup tinggi membuat air makin tinggi. "Awalnya tinggi seperut sekarang sudah surut setinggi lutut. Banjir karena intensitas hujannya tinggi," ujarnya, Jumat (25/11).
Deny menjelaskan banjir kali ini lebih parah dibanding sebelumnya. Padahal, hujan beberapa hari ini cukup deras dibanding minggu lalu. Banjir mengalir ke Desa Wringinanom kemudian ke Sungai Kalimas. Akibat banjir tersebut, para pelajar SMA 1 Wringinanom terisolasi di sekolah. Mereka tidak bisa pulang karena terjebak banjir.
"Saya sedang mengirim truk untuk membantu para siswa biar bisa pulang ke rumah. Banjir juga terjadi di Desa Sumput, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Banjir merendam jalan, para pengendara roda dua banyak yang memilih mendorong kendaraan hingga mencari jalur alternatif lain, " jelasnya.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Darmawan membenarkan banjir merendam sejumlah wilayah di Gresik selatan.
“Hujan intensitas tinggi di beberapa Kecamatan Gresik karena kiriman dari Lamongan mengakibatkan debit Kali lamong Meningkat, " ungakapnya.
Diketahui dari data BPBD Gresik untuk wilayah yang terdampak banjir Luapan Kali Lamong. Di antaranya Kecamatan Balongpanggang di Desa Sekarputih Dusun Jedong banjir menggenangi jalan 20 - 50 cm sepanjang 500 meter. Ada 10 rumah tergenang hingga 20 cm. Di Desa Wotansari banjir menggenangi jalan lingkungan 10 - 20 cm dengan panjang 1.000 m. Jalan Poros Desa wotansari tergenang 10 - 20 cm panjang 500 m. Rumah tergenang kurang lebih 110 rumah dengan ketinggian 10 cm dan area Persawahan 51 Ha. Desa Banjaragung banjir menggenangi jalan lingkungan 20 - 50 cm sepanjang 1.000 meter. “Nyaris hampir semua banjirnya bisa mencapai lutut, semoga segera surut,” kata Darmawan. (yud/han) Editor : Hany Akasah