Informasi yang dihimpun, kejadian naiknya permukaan tanah ini berdampak pada bergesernya jembatan menuju dusun Singorejo. Bahkan, akibat penanaman pipa PDAM dengan pola pengeboran atau HDD tersebut mengakibatkan pagar jembatan naik sekitar 25 sentimeter.
Warga Dusun Singorejo M. Ilham mengaku khawatir dan was-was jika jembatan akan terjadi ambrol.
Baca juga : DPRD Gresik Soroti Tata Kelola Perumda Giri Tirta
"Saya tinggal dekat dengan jalan raya, khawatir ini (naiknya permukaan jembatan,red) memberikan effect pada pondasi rumah saya," ujarnyan.
Sementara, warga sekitar sempat menutup akses jembatan agar tidak dilewati pengguna jalan. “Sekarang sudah dilewati warga. Jika tidak lewat jembatan ini, warga harus memutar sangat jauh,” kata Prayitno, warga dusun Singorejo.
Satpam RS Denisa yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, kejadian naiknya jembatan ini sejak dua hari kemarin.
“Sudah dua hari kemarin. Tiba-tiba pagar naik disertai adanya lumpur di sekitar saluran air,” kata seorang satpam RS Denisa.
Baca Juga : Pekan Depan, Polres Gresik Expose Hasil Audit Perumda Giri Tirta
Sementars itu, proyek yang dikerjakan kontraktor lewat Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Pemukiman (CK PKP) Kabupaten Gresik Ida Lailatussa’diyah mengatakan, proyek tersebut merupakan proyek pipa sistem penyediaan air minum (SPAM) Gresik. Dari kerusakan jembatan yang diduga diakibatkan oleh proyek SPAM akan segera diperbaiki.
“Kemarin pelaksana sudah melaporkan. Dan akan segera memperbaiki setelah penanaman pipa di situ selesai. Mungkin pekan ini sudah selesai,” kata Ida dengan singkat. (fir/han) Editor : Hany Akasah