Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto mengatakan keterangan dari enam saksi tersebut masih belum cukup untuk menyimpulkan penyebab ledakan. "Kami menunggu hasil uji labfor, beberapa bukti sampling sudah dibawa untuk diperiksa," ungkapnya.
Diketahui mulai dari perangkat peralatan yang digunakan, puing ledakan dan beberapa sampling pendukung. Lebih lanjut keenam saksi yang dipanggil terdiri dari pekerja yang berada di lokasi kejadian. Termasuk, mandor lapangan dari PT CAS. "Seputar teknis pekerjaannya dan SOP keselamatan kerja," ujarnya.
Lebih lanjut saat itu para pekerja juga melakukan proses pengelasan material. Diduga ledakan dipicu dari aktivitas tersebut. "Namun belum bisa dipastikan, apakah ada kelalaian atau kesalahan prosedur. Masih terus kami selidiki," ungkapnya.
Sementara itu di sisi yang lain terlihat kondisi kantor manajemen PT Citra Adi Sarana (CAS) Indonesia bergerak di bidang sub kontraktor perwakilan Gresik terlihat sepi. Tidak ada aktivitas kantor yang beralamat di jalan Rubi III/40 Pondok Permata Suci, Desa Suci Kecamatan Manyar.
Karyawan cleaning service PT CAS Umarudin ,70, mengatakan kantor sepi tidak ada orang. "Memang biasa sepi, hanya untuk administrasi dan keuangan saja. Semua pekerja di lapangan," ujarnya, Kamis (10/6). Perusahaan konstruksi tersebut terpusat di Cilegon, Provinsi Banten. "Disini hanya kantor perwakilan saja, bos-bosnya juga sedang diluar kota semua," pungkasnya. (yud/han) Editor : Hany Akasah