Dari informasi yang di himpun Kapal KM Tb Mitra Jaya 8 dinahkodai Suntoro,47 warga Tanjung mas, Semarang. Kapal diketahui berangkat dari Palangkaraya menuju Gresik pada, Sabtu (5/12) membawa muatan minyak kelapa sawit. Namun Naas, dalam perjalanan selama dua hari kapal tersebut terbalik karena diterjang angin dan gelombang tinggi pada Senin (07/12) sekitar pukul 22.15 WIB. Atas insiden tersebut, tiga orang ABK dinyatakan hilang. Sementara tujuh orang ABK lainnya berhasil selamat.
Salah satu ABK Khairan asal Desa Sukaoneng, Kecamatan Sangkapura yang berhasil selamat menjelaskan, dirinya sempat terombang ambing di lautan sekitar enam jam lamanya. Beruntung akhirnya mendapatkan pertolongan dari kapal nelayan asal Tegal, Jawa Tengah, yakni KM Rizki Mina Mulya yang saat itu sedang melaut di laut Bawean. “Sekitar 6 jam naik life craft mulai pukul 22.00 WIB dan baru mendapat pertolongan kapal nelayan sekitar subuh,” ujarnya. Sebelum kejadian dirinya sedang tidur, namun terbangun ketika kapal sudah miring karena dihantam gelombang akibat cuaca buruk. Selanjutnya, ia langsung menuju ke dek kapal yang sudah dipenuhi air. Dalam kondisi panik seperti itu, lanjut Khairan, salah satu ABK langsung meraih life craft. Lima orang ABK berhasil naik ke life craft, sementara tiga ABK lainnya masih dinyatakan hilang.
Sementara Kapolsek Tambak AKP Rahmat membenarkan kejadian tersebut, ada delapan orang ABK yang selamat. "Delapan ABK yang selamat di rumah warga di Desa Kepuhteluk, Kecamatan Tambak. Seorang ABK atas nama Khoirul asal Situbondo masih dirawat di RS Umar Mas'ud Kecamatan Sangkapura. Tiga orang ABK masih dalam pencarian"pungkasnya.(yud/han) Editor : Hany Akasah