RADAR GRESIK – Sosok Sri Subaidah menjadi representasi nyata "Kartini Hijau" di Kabupaten Gresik. Sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), perempuan berusia 54 tahun ini membawa semangat emansipasi ke ranah pelestarian alam.
Baginya, berjuang demi lingkungan hidup adalah bentuk pengabdian yang setara dengan perjuangan Kartini di masa lalu.
Sri Subaidah merefleksikan bahwa jika dahulu Kartini berjuang untuk hak-hak kaum perempuan, maka saat ini perempuan harus berada di garda terdepan dalam menyelamatkan bumi yang kondisinya kian memprihatinkan.
Baca Juga: Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar, DLH Gresik Olah Residu Pasar Sidayu Jadi Energi Alternatif
“Refleksi Kartini adalah memperjuangkan sesuatu untuk kebaikan kaum perempuan. Kami saat ini juga berjuang karena kondisi lingkungan sedang tidak baik-baik saja. Kami meniru semangat juang Kartini untuk mengubah lingkungan menjadi lebih baik,” ungkap alumni S1 Teknik Kimia dan S2 Teknik Sipil ITS tersebut.
Sri menekankan bahwa kerusakan bumi sebagian besar merupakan akibat ulah manusia. Dalam hal ini, peran perempuan, khususnya sosok ibu, dianggap sangat vital karena menjadi madrasah pertama dalam keluarga. Ibu memiliki kekuatan untuk menanamkan kebiasaan memilah sampah dan menjaga kehijauan dari lingkup terkecil, yaitu rumah tangga.
Baca Juga: Sinergi Proyek PSEL, Gus Yani Terima Kunjungan Pak Yes di TPA Ngipik Gresik
Untuk mewujudkan hal tersebut, DLH Gresik aktif menjalin kerja sama dengan penggerak PKK untuk menjaga lingkungan hingga ke tingkat akar rumput. Salah satu program unggulannya adalah mendorong terbentuknya satu Bank Sampah di setiap RW melalui program Gresik Kawasan Merdeka Sampah yang mengedepankan kolaborasi pentahelix.
Hasilnya lahir 336 Bank Sampah, serta mengantarkan meraih 55 Proklim, 45 Adiwiyata Mandiri, 23 Adiwiyata Nasional, 45 Adiwiyata Propinsi, dan 223 Adiwiyata Kabupaten.
Baca Juga: Limbah Konstruksi Diduga Dibuang Ilegal di Sidayu, DLH Gresik Segera Panggil Pelaku
Meski menjabat sebagai kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan beban kerja yang tinggi, Sri tetap memegang teguh prinsip keseimbangan peran. Baginya, keluarga tetap menjadi pilar utama dalam hidupnya.
“Sebagai kepala dinas, keluarga tetap nomor satu. Anak dan suami adalah pilar. Saya menyadari pintu surga perempuan ada pada suami, dan keyakinan hal tersebut memberikan ketenangan yang sangat memengaruhi kinerja saya sebagai kepala OPD. Peran sebagai ibu dan istri di rumah tetap harus dijaga,” tuturnya.
Baca Juga: Respons Keluhan Warga, Kabid Pertamanan DLH Gresik Jelaskan Teknis Perampingan Pohon di AIS Nasution
Menutup refleksinya, Sri Subaidah menaruh harapan besar pada generasi mendatang. Ia bermimpi akan lahir lebih banyak "Kartini Muda" yang tidak hanya peduli, tetapi juga mampu menciptakan inovasi untuk menyelamatkan bumi.
“Harapan saya, akan muncul Kartini muda sebagai penyelamat bumi yang menciptakan inovasi dan menjadikan bumi kembali hijau bagi anak cucu kita. Semangat Kartini harus tetap pantang menyerah demi kelestarian bumi ini,” pungkasnya.
Atas dedikasinya yang tanpa henti, kini DLH Gresik terus bertransformasi menjadi lembaga yang lebih responsif dan inovatif dalam menghadapi tantangan lingkungan di masa depan. (rir/han)
Editor : Hany Akasah