Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Profil Senator DPD RI Dr Lia Istifhama

Hany Akasah • Sabtu, 28 Maret 2026 | 21:44 WIB
Potret Dr. Lia Istifhama, Senator DPD RI asal Jatim, tampil anggun dengan jilbab hijau.
Potret Dr. Lia Istifhama, Senator DPD RI asal Jatim, tampil anggun dengan jilbab hijau.
RADAR GRESIK – Siapa Dr. Lia Istifhama? Wajah baru dalam kancah perpolitikan nasional dalam Pemilu 2024 yang langsung mengunci atensi publik sebagai anggota senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI sekaligus MPR RI dengan raihan suara 2.739.123. Raihan suara jumbo yang menempatkannya sebagai senator Perempuan non petahana terbesar nasional. Bukan hanya suara jumbo secara nasional, Lia Istifhama dikenal sangat aktif dan responsif menyuarakan isu-isu terkini, baik sosial, pendidikan, maupun beragam kebijakan publik. Tegas dan cerdas, Paduan kata yang mampu mengangkatnya sebagai sorotan publik.

Baca Juga: Lebaran Ketupat di Gunung Pentung, Ribuan Peziarah Padati Makam Raden Sakti

Latar belakang tak kaleng-kaleng

Pantas saja meraih suara sangat signifikan, politisi perempuan yang memulai jejak politiknya sebagai akademisi, aktivis sosial, penulis, dan musisi itu, terlahir dari keluarga nahdliyyin pasangan KH. Masykur Hasyim mantan Komandan Banser Jawa Timur dan Hj. Aisyah, kakak kandung dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. ‘DNA NU’ yang mengaliri langkah politiknya, sangat selaras dengan karakter propinsi tertimur di Pulau Jawa yang lekat dengan kultur NU.

Baca Juga: Diduga Rem Blong, Truk Tronton di Manyar Gresik Nyungsep ke Rumah Warga

Lahir dan besar di Kota Surabaya, Jawa Timur, Lia Istihama menempuh pendidikan sekolah mulai dari TK Muslimat Wonocolo Surabaya, SD Taquma Surabaya, SMPN 13 Surabaya, dan SMAN 16 Surabaya. Uniknya, semasa sekolah di SMAN 16 Surabaya, Lia juga sekaligus menempuh pendidikan informal sebagai seorang santri di Pondok Pesantren Al-Haqiqi, Surabaya.
Pada tahun 2002 ia menempuh pendidikan S-1 pada tiga tempat sekaligus, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya, Fakultas Muamalah IAIN Sunan Ampel Surabaya (Sekarang UINSA), dan Fakultas Dakwah STID Taruna Surabaya. Ia kemudian melanjutkan perkuliahan akta IV di UINSA dan meraih gelar magister Ekonomi Islam pada 2013. Lia juga meraih gelar Doktoral Ekonomi Islam dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya pada 2020, yang membuatnya meletakkan gelar Doktor dalam surat suara sebagai ‘Dr. Lia Istifhama’.

Baca Juga: Muscab PKB Gresik Awali Rangkaian Suksesi Serentak di Jawa Timur

Kecerdasannya nampak secara nyata, bukan hanya terlihat dalam rentetan gelar panjang akibat ‘hobinya bersekolah’. Hal ini tampak dengan proses kampanye dalam Pileg 2024 yang mana ia mengambil tagline ning Lia jilbab ijo, dengan beragam varian kampanye yang menarik, seperti dengan pantun dan balutan musik dalam acaranya saat berbaur dengan masyarakat. Sebutan ning Lia pun melekat di warga Jawa Timur sehingga menjadikkan legislator dengan kepuasan tertinggi mencapai 70,5 persen di Jawa Timur dalam survei oleh Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI).

Baca Juga: Gerebek Karaoke di Cerme, Polres Gresik Amankan 93 Botol Miras dan 16 Orang

Produktif dalam Literasi

Bukan hanya dikenal dengan pribadi humble dan ‘wani mudhun ngisor’ alias berani turun secara aktif menyapa masyarakat, ning Lia aktif sebagai penulis di media massa maupun cetak, diantaranya artikel-artikel berjudul: ‘SENI’ Berpolitik Secara Holistik", "Penguatan ‘ILMU’ Anak Dalam Era Digitalisasi", "Pondasi Spirit ‘CINTA’ Dalam Pendidikan Anak", "Kepemimpinan dalam Pengejawantahan Karakter ‘PEREMPUAN’", "Pemuda Ber-Spirit SANTRI Di Era Digitalisasi", "Nahdlatul Ulama dan Pondasi Spirit Kebangsaan” , dan "Bangun Peran Tanpa Jabatan", “PPHN dan Pembangunan yang Berkelanjutan”, Transformasi Wajah Demokrasi di era Digitalisasi, dan sebagainya.

Baca Juga: Rajut Kebersamaan, Forkopimcam dan Tokoh Agama Kebomas Gelar Halalbihalal

Ia juga pernah menulis novel motivasi yang berjudul "Berkisah Tentang Hati", yang ditulis atas keprihatinan maraknya kasus bunuh diri mahasiswi maupun pelajar perempuan yang disebabkan kasus asmara, serta beberapa buku seperti ‘Beda Agama Hidup Rukun’ yang diterbitkan Gramedia Digital.

Kreativitas Lia itu juga disalurkan ke seni musik. Ia juga pernah launching lagu bertema tani, yaitu "Cinta Tani", "Syair Tani", dan "Petani Bejo" pada 14 Februari 2022. Kecintaanya pada pertanian melalui karya seni juga diwujudkan dalam kolaborasi karya bersama cak Sodiq New Monata melalui single Lestari, yang mana ia menjadi bintang video klip dan sekaligus penulis lagu.

Baca Juga: Gagal Balik, Puluhan Warga Bawean Terpaksa Gigit Jari Akibat Kehabisan Tiket

Tak hanya itu, ia pun melihat secara cermat preferensi Masyarakat Jawa Timur yang mencintai lagu koplo, dengan mengcover lagu Tresno Tekan Mati.

Sebelum menduduki kursi parlemen pasca pelantikan 1 Oktober 2024, ning Lia, sapaan akrabnya di kalangan warga Jawa Timur, sempat mewarnai kandidat calon Wakil Walikota Surabaya melalui PDIP pada Pilkada 2020 dengan identitas ‘ning CERIA yang merupakan akronim Cerdas, Energik, Religius, Integritas, dan Amanah, serta program kerja ‘Nawa Tirta’. Meskipun, ia tidak berhasil mendapatkan rekomendasi partai lantaran yang mendapatkan rekomendasi dan memenangkan Pemilihan Walikota Surabaya adalah Eri Cahyadi.

Baca Juga: Puncak Lebaran Ketupat di Randuboyo Gresik, Bocil hingga Remaja Semarakkan Tradisi Surak Iyo dengan Bawa Rantang

Aktivis dengan Daftar Panjang Penghargaan
Meraih suara hampir 3 juta tentu bukan perkara mudah. Tapi ning Lia membuktikan bisa, sekalipun ia dikenal dengan tagline relawan nol rupiah dan ia pun secara blak-blakan menceritakan kisah hidupnya melalui hari dengan situasi keuangan nol rupiah.

Bukan isapan jempol, ia memang organisatoris sejati. Beberapa ruang organisasi yang ia geluti, diantaranya, Ketua DPD Perempuan Tani HKTI Jawa Timur, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Wakil Ketua PW Fatayat NU Jatim, PW Lazisnu Jatim, PW LTN NU Jatim, dan sekarang Bendahara Umum PB IKA PMII.

Baca Juga: Muscab PKB Gresik 2026: Kursi Ketua DPC Ditentukan Pusat Lewat Jalur UKK

Daftar panjang organisasinya, selaras dengan daftar panjang penghargaan, diantaranya: 22 Tokoh Muda Inspirasi Jawa Timur dari Forum Jurnalis Nahdliyyin, Best Achievement Penganugerahan Propinsi Terbaik dari HKTI, Penggerak Perempuan Bidang Pertanian dari DP3AK Jatim, Penghargaan Penggerak Shodaqoh Oksigen dari Dinas Kehutanan Jawa Timur, Figur Akselerator Kemajuan oleh DetikJatim, Legislasi Award oleh JTV, Woman of The Year oleh Times Indonesia, Tokoh Penggerak oleh SMSI Jatim, Person Of The Year oleh Radar Surabaya, Tokoh Perempuan Terpopuler oleh Radar Madura, dan sebagainya.

Baca Juga: Dishub Gresik Tertibkan Truk Parkir Liar di Exit Tol Manyar

Sedangkan di dunia pageant atau kontes kecantikan, di usia muda saat menempuh kuliah Strata Satu, ia berhasil menjadi juara Putri NU Surabaya dan Finalis Cak dan Ning Surabaya, yang membuatnya pernah menjadi sampul di majalah yang diterbitkan kota Pahlawan saat itu.

Itulah sekilas profil Dr. Lia Istifhama, sosok politisi nasional yang dikenal memiliki kedekatan dengan kalangan generasi Z melalui keaktifannya menyapa secara langsung maupun ruang-ruang media sosial. Tentu, kecantikan alami pemilik tagline Peran CANTIK, cerdas, inovatif, dan kreatif, memang menjadi salah satu indikator utama mengapa senyum manisnya mampu diterima secara baik bagi semua kalangan, terutama Gen Z.

Editor : Hany Akasah
#biodata #profil #Senator Cantik #Lia Istifhama #Ning Lia