Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gubernur Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si : Panen Keberhasilan Selama Lima Tahun Memimpin Provinsi Jawa Timur

Hany Akasah • Senin, 15 Januari 2024 | 19:19 WIB
Photo
Photo

RADAR GRESIK - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan capaian prestasi selama memimpin hampir lima tahun.

Berbagai capaian itu di antaranya mampu menurunkan angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur.

Kemiskinan esktrem di Jatim turun drastis dari 4,4 persen pada tahun 2020 menjadi 0,82 persen pada Maret 2023.

“Kemiskinan ekstrem di Jawa Timur turunnya ekstrem sekali artinya makin banyak masyarakat Jawa Timur yang terlepas dari kemiskinan ekstrem,” kata Khofifah.

Tahun 2022 sampai tahun 2023, jumlah Desa Mandiri di Jawa Timur naik 1.310 desa atau setara meningkat 88 persen.

Sementara secara nasional total Desa Mandiri mencapai 11.456 desa dan 2.800 di antaranya ada di Jawa Timur atau setara 24,44 persen Desa Mandiri secara nasional.

“Alhamdulillah ini berkat doa panjenengan semua, maka insyaallah tetesan kemandirian, kebersamaan berseiring dengan tetesan kesejahteraan dan keberkahan Allah limpahkan untuk warga Jawa Timur khususnya yang di pedesaan,” tutur Khofifah.

Tidak hanya Desa Mandiri, Desa Devisa di Jatim juga tertinggi di antara desa di seluruh provinsi di Indonesia.

Jumlahnya mencapai 149 desa. Ini berarti Provinsi Jatim memiliki 24 persen Desa Devisa dari total 613 desa se-Indonesia per September 2023.

“Artinya makin banyak eksportir dari desa-desa di Jawa Timur,” ungkap Khofifah.

Sektor pendidikan Jatim juga berhasil menjalin kerja sama dengan universitas ternama dunia yaitu King’s College London dan Western Sydney University Indonesia.

Lalu selama empat tahun berturut-turut siswa-siswa SMA Jatim berhasil menjadi siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) dari semua jalur.

“Mohon doanya September lalu sudah penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara King’s College London (KCL) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari Malang insyaallah tahun depan sudah ada Magister Degree bidang Digital Future,” sebut Khofifah.

Kemudian di sektor pertanian, berdasarkan angka sementara Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Jawa Timur Tahun 2023 menghasilkan 9,59 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Sementara produksi padi nasional 53,63 juta ton GKG dan Jawa Timur berkontribusi 17,89 persen terhadap produksi padi nasional.

Selain padi, produksi jagung di Jawa Timur juga tertinggi secara nasional yaitu mencapai 7,385 juta ton pipilan kering di 2022.

Begitu juga dengan produksi pisang Jatim yang tercatat sebagai tertinggi nasional dengan total produksi pisang Jatim di tahun 2022 mencapai 26.265.891 kuintal dan berkontribusi sebesar 28,41 persen terhadap produksi pisang nasional.

Begitu pun dengan produksi tebu dan gula Jatim. Produksi tebu Jatim mencapai 17.362.620 atau 47,65 persen dari produksi tebu nasional. Sementara produksi gula Jatim 1.192.034 dan berkontribusi 49,55 persen untuk produksi gula nasional.

Sektor peternakan Jatim juga menuai prestasi di tingkat nasional. Seperti populasi sapi di Jawa Timur tahun 2022 mencapai 5.070.240 ekor atau setara 27 persen terhadap populasi sapi nasional.

Lalu populasi sapi perah Jawa Timur sebanyak 314.385 ekor menyumbang 52 persen populasi sapi perah nasional.

“Untuk sapi potong pun populasi tertinggi diantara seluruh provinsi di Indonesia adalah Jawa Timur, matur nuwun semuanya,” kata Khofifah.

Produksi daging sapi Jawa Timur, juga berkontribusi besar terhadap produksi  daging sapi nasional dengan produksi mencapai 93.000 ton setara 21 persen produksi nasional.

Produksi susu sapi murni Jawa Timur pun sama, berada di posisi teratas tingkat nasional yang produksinya mencapai 556.000 ton menyumbang 57 persen terhadap produksi nasional.

Produksi perikanan tangkap Jatim mencapai 598.317 ton pun tertinggi secara nasional. Komoditi unggul di sektor ini yaitu tongkol sebesar 64.947,80 ton dan lemuru sebesar 70.284,83 ton. “

Berbagai capaian yang diraih adalah hasil dari kerja keras dan doa dari semua pihak,” kata Khofifah.

Khofifah juga mengungkapkan Jawa Timur menjadi provinsi paling aman se-pulau Jawa, dan teraman kelima se-Indonesia berdasarkan data rilis terbaru dari BPS. Pada data BPS tersebut tercatat, Jatim memiliki prosentase 0,38 persen yang penduduknya menjadi korban kejahatan.

Selain Jatim, terdapat empat provinsi lain yang memiliki prosentase paling sedikit penduduknya menjadi korban kejahatan yaitu Bali dengan 0,20 persen, Sulawesi Barat 0,30 persen, Aceh 0,34 persen, dan Kalimantan Selatan yang setingkat di atas Jatim dengan prosentase 0,36 persen.

MENATAP SAYANG: Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan bahan makanan berupa telur ayam untuk calon generasi emas, anak-anak, di Jawa Timur. (FOTO: ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
MENATAP SAYANG: Gubernur Khofifah menyerahkan bantuan bahan makanan berupa telur ayam untuk calon generasi emas, anak-anak, di Jawa Timur. (FOTO: ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Mengacu data tersebut, Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk menjaga kondusifitas, keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Hal ini penting agar setiap lingkungan tetap terjaga dan semakin baik tingkat kondusifitas, keamanan dan ketertibannya.

“Mari kita jaga kondusifitas, keamanan, dan ketertiban di lingkungan masing-masing, agar semua tetap merasa aman, nyaman berada di Jawa Timur. Ingat, kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat, tetapi juga karena ada kesempatan,” terang Khofifah.

Khofifah menambahkan, bahwa situasi yang kondusif, aman, dan damai ini juga berkat kolaborasi dan sinergitas luar biasa dari unsur tiga pilar plus di Jatim. Yakni TNI/Polri, pemerintah daerah, DPRD/partai politik (parpol) dan tokoh agama serta tokoh masyarakat.

Khofifah menyebut, semakin semua pihak berupaya menjaga kondisi aman, tertib, maka Jatim akan semakin kondusif.

Sehingga, akan berdampak pada menurunnya jumlah kejahatan dan jumlah korban yang mengalami kejahatan.

“Keadaan kondusif juga merupakan kebutuhan karena akan mempengaruhi banyak sektor lainnya. Seperti pendidikan, iklim investasi dan berpengaruh pada kesejahteraan. Kalau kondusif anak-anak bisa belajar dengan baik dan nyaman, para pekerja terlindungi, petani tetap bisa bercocok tanam, nelayan bisa mencari ikan dengan tenang, bagi investor pun daerah yang kondusif akan menjadi prasyarat utama mereka berinvestasi,” jelas Khofifah.

Oleh sebab itu, Gubernur Khofifah meminta semua pihak agar terlibat langsung untuk menjaga dan meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing untuk mewujudkan kondusifitas lingkungannya. Karena kondisi aman dan tertib juga menjadi harapan semua pihak.

Baca Juga: Khofifah Serahkan Bantuan Ventilator Bagi RS Rujukan

“Menjaga supaya lingkungan tetap aman dan tertib bukan hanya tugas Babinsa Bhabinkamtibmas, bukan hanya tugas TNI Polri, tapi kita semua terlibat,” tegas Khofifah.

Ia menambahkan, potensi-potensi yang dapat menimbulkan tindak kejahatan harus diminimalisir. Misalnya dengan lebih waspada dengan diri sendiri dan keluarga, menjaga benda-benda milik kita tetap aman.

“Harus lebih aware dengan sekitar, menjaga tutur kata juga menjadi penting karena saat ini mudah sekali orang tersulut emosi hanya karena perkataan, mari bersama saling menjaga,” papar Khofifah.

Khofifah kembali menegaskan bahwa memasuki tahun politik saat ini, faktor ketertiban dan keamanan menjadi poin penting yang harus terus dijaga. Apalagi, tensi jelang tahun politik semakin meningkat. Ia meminta masyarakat tidak mudah terpancing pada isu-isu tidak benar atau berita hoaks. (mus/opi)

 

Editor : Hany Akasah
#kHOFIFAH #jatim #Desa #jawa timur #Gubernur