PWI Gresik Gelar Doa Bersama bagi Keselamatan Lima Jurnalis Hilang saat Liput Erupsi Krakatau

Hany Akasah • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 09:17 WIB
PWI Kabupaten Gresik menggelar doa bersama. (Foto : Ist/Radar Gresik)
PWI Kabupaten Gresik menggelar doa bersama. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK — Musibah belum ditemukannya lima jurnalis yang hilang saat menjalankan tugas peliputan di tengah erupsi Gunung Krakatau mengundang keprihatinan mendalam dari kalangan pers di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Gresik.

Sebagai bentuk solidaritas sesama insan pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik menggelar doa bersama untuk keselamatan kelima jurnalis tersebut, yakni M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhistiro Pranoto, Firman Daus/Firdaus Wajidi, dan Husni.

Suasana khidmat dan haru menyelimuti acara doa bersama yang diikuti oleh puluhan wartawan di Gresik. Doa dipanjatkan secara khusus agar kelima jurnalis tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga serta rekan seprofesinya.

Baca Juga: DPRD Gresik Minta Warga Tidak Sekadar Tahu Perda, Tapi Pahami Hak dan Kewajiban Hukum

Peristiwa memilukan ini menjadi pengingat keras bahwa di balik berita yang sampai ke tangan masyarakat, ada risiko bertaruh nyawa yang harus dihadapi jurnalis di lapangan.

Ketua PWI Gresik, Deni Ali Setiono, menyampaikan harapannya agar proses pencarian dan evakuasi terhadap kelima rekan jurnalis tersebut segera membuahkan hasil. Ia juga mengajak seluruh komunitas pers untuk terus mengalirkan dukungan moral bagi keluarga korban.

“Semoga kelima rekan kami segera ditemukan dalam keadaan selamat. Doa kami untuk keselamatan mereka dan ketabahan bagi keluarga yang masih menunggu kepastian kabar,” ujar Deni di sela-sela kegiatan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Rutinitas, Camat Driyorejo Tegaskan Apel Pagi Jadi Kunci Pelayanan Publik Maksimal

Ia menegaskan, keberadaan jurnalis di lokasi bencana bukan sekadar untuk mengejar eksklusivitas berita, melainkan menjalankan tanggung jawab publik dalam menyajikan gambaran nyata dari lapangan.

Namun, ancaman bahaya seperti erupsi gunung api yang dinamika perubahannya sangat cepat kerap menempatkan jurnalis pada posisi yang sangat rentan.

PWI Gresik mengingatkan pentingnya mengedepankan aspek keselamatan (safety first) saat menjalankan peliputan di wilayah rawan bencana. Menurut Deni, kecepatan dalam menyajikan informasi tidak boleh sampai mengorbankan nyawa jurnalis.

Baca Juga: Polsek Menganti Gresik Bekuk Residivis Pencuri Uang Rp40 Juta di Toko Bangunan

“Yang paling penting sekarang adalah keselamatan mereka. Kita terus berharap dan berdoa ada kabar baik, sehingga kelima rekan kita bisa kembali berkumpul bersama kita semua,” pungkas Deni. (han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
gunung Krakatau gresik jurnalis PWI doa bersama