Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Gresik Minta Warga Tidak Sekadar Tahu Perda, Tapi Pahami Hak dan Kewajiban Hukum

F
Penulis: Fajar Yuliyanto❯
SOSPER : Anggota DPRD Gresik Danang Swantara saat melakukan mensosialisasikan Perda. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
SOSPER : Anggota DPRD Gresik Danang Swantara saat melakukan mensosialisasikan Perda. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

Advertisement

RADAR GRESIK — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik kembali menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) kepada masyarakat.

Melalui agenda ini, warga diimbau tidak hanya sekadar mengetahui keberadaan perda, tetapi juga benar-benar memahami hak, kewajiban, serta dasar hukum yang dapat menjadi pegangan ketika menghadapi persoalan di lingkungannya.

Anggota DPRD Gresik, Danang Swantara, menjelaskan bahwa kegiatan Sosper kali ini membedah dua regulasi krusial, yaitu Perda Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat, dan Perda Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Pemakaman.

Menurut Danang, kedua aturan tersebut dirancang oleh Pemkab dan DPRD Gresik bukan untuk membatasi ruang gerak warga, melainkan sebagai instrumen untuk menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, tertib, aman, dan nyaman.

“Pemerintah Kabupaten Gresik berusaha mengatur harmoni kehidupan bermasyarakat. Di dalam Perda, diatur hak dan kewajiban masyarakat terkait ketertiban umum,” ujar Danang.

Advertisement

Ia menegaskan, pemahaman terhadap Perda Ketertiban Umum sangat krusial karena bersinggungan langsung dengan dinamika harian warga.

Danang mencontohkan penggunaan jalan umum untuk acara hajatan, di mana warga harus memahami mekanisme izin agar tidak merugikan pengguna jalan lain. Begitu pula saat ada operasional tempat hiburan yang mengganggu kenyamanan publik.

“Ketika ada penyelenggaraan tempat hiburan yang dirasa mengganggu masyarakat, warga mempunyai dasar hukum tentang apa yang harus dilakukan. Di dalam modul yang dibagikan sudah jelas diatur hak, kewajiban, dan dasar hukumnya,” tegasnya.

Selain ketertiban umum, Danang menyoroti pentingnya edukasi terkait Perda Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Pemakaman. Aturan ini lahir sebagai respons atas pertumbuhan penduduk yang berdampak pada makin terbatasnya lahan pemakaman di Kabupaten Gresik. Regulasi ini mencakup perencanaan, perizinan, penyediaan lahan perumahan, hingga sanksi administratif.

Salah satu poin krusial yang digarisbawahi adalah kewajiban pengembang perumahan dalam menyediakan fasilitas pemakaman.

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Komisi III DPRD Gresik Dorong Optimalisasi PAD Sektor Parkir, Dishub Siapkan Aplikasi Si Arif

Komisi III DPRD Gresik Dorong Optimalisasi PAD Sektor Parkir, Dishub Siapkan Aplikasi Si Arif

RADAR GRESIK — Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir mendapat sorotan tajam dari Komisi III DPRD Kabupaten Gresik. Pihak legislatif menilai potensi retribusi parkir di Gresik masih sangat besar dan s

Kebutuhan PJU Gresik Tembus 4.000 Titik, DPRD Gresik Minta Dishub Segera Tangani Titik Rawan

Kebutuhan PJU Gresik Tembus 4.000 Titik, DPRD Gresik Minta Dishub Segera Tangani Titik Rawan

RADAR GRESIK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berencana menambah pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di 191 titik yang tersebar dari jalur Jalan Kabupaten hingga Jalan Poros Desa (JPD). Kendati demikian, sorotan

Ancam Keselamatan Pengendara, Wakil Ketua DPRD Gresik Sidak Jembatan Amblas di Menganti

Ancam Keselamatan Pengendara, Wakil Ketua DPRD Gresik Sidak Jembatan Amblas di Menganti

RADAR GRESIK — Merespons cepat keluhan masyarakat terkait akses jalan yang membahayakan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gresik, Wongso Negoro, menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi jembatan amblas di Jalan Desa Penga

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer