RADAR GRESIK – Aparat Polsek Driyorejo tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus dugaan penganiayaan berat yang menimpa seorang pemuda di kawasan Jalan Raya Driyorejo, Gresik.
Korban yang diketahui berinisial RRM (27), warga Desa Mojosarirejo, Kecamatan Driyorejo, ditemukan oleh warga sekitar dalam kondisi babak belur dan bersimbah darah.
Kapolsek Driyorejo, Kompol Gatot Setyo Budi, menjelaskan bahwa peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu (4/7) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Kejadian bermula saat salah seorang saksi mata, RYF (28), warga setempat, melihat adanya kerumunan massa di lokasi kejadian dan memutuskan untuk menghampirinya.
Baca Juga: Terekam CCTV Gondol Kasur di Jalur Makam Sunan Giri Gresik, Aksi Pria Ini Viral di Medsos
Sesampainya di lokasi, saksi mendapati korban sudah tergeletak tidak berdaya dengan luka parah di sekujur tubuh. Ironisnya, di saat yang sama, ada seorang pemuda yang diduga kuat sebagai pelaku terus meneriaki korban sebagai maling untuk memprovokasi keadaan.
“Saksi melihat korban sudah tergeletak berlumuran darah dan diteriaki maling. Saksi kemudian berusaha melerai dan sempat memegangi seseorang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut. Namun, terduga pelaku berhasil melepaskan diri dan langsung melarikan diri dari lokasi,” terang Kompol Gatot, Senin (6/6).
Melihat kondisi korban yang kritis, warga bersama petugas langsung mengevakuasi RRM ke Rumah Sakit Anwar Medika guna mendapatkan penanganan medis secara intensif sekaligus dilakukan visum et repertum. Kasus ini pun telah resmi dilaporkan ke Polsek Driyorejo untuk diusut tuntas.
Baca Juga: BFI Finance Cabang Gresik Kenalkan Produk Pembiayaan Dan Dukung Perlindungan Hak Anak
Kompol Gatot menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap motif di balik aksi main hakim sendiri ini, termasuk memburu pelaku yang memprovokasi warga dengan teriakan maling tersebut.
“Kasus ini sudah dalam penanganan kami. Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan intensif, mengumpulkan keterangan saksi, dan memburu pelaku guna mengetahui motif sebenarnya di balik kejadian ini,” tegasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah