Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Bukan Pocong, Warga Gresik Justru Diteror Ular Kobra, Kurang 24 Jam Damkarla Evakuasi Beruntun

Cak Fir • Senin, 1 Juni 2026 | 22:48 WIB
Beberapa ular kobra ditemukan bersembunyi di sela-sela kasur kamar tidur, bawah meja, dekat pompa air, hingga di bawah perangkat pengeras suara di dalam rumah. Foto : Ilustrasi Ai.
Beberapa ular kobra ditemukan bersembunyi di sela-sela kasur kamar tidur, bawah meja, dekat pompa air, hingga di bawah perangkat pengeras suara di dalam rumah. Foto : Ilustrasi Ai.

Kebomas – Teror kemunculan ular kobra kembali menghantui warga Kabupaten Gresik. Dalam rentang waktu kurang dari 24 jam, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Gresik harus melakukan sedikitnya empat kali operasi penyelamatan untuk mengevakuasi ular berbisa yang masuk ke kawasan permukiman warga.

Yang paling mengkhawatirkan, beberapa ular ditemukan berada sangat dekat dengan aktivitas penghuni rumah. Mulai dari bersembunyi di sela-sela kasur kamar tidur, bawah meja, dekat pompa air, hingga di bawah perangkat pengeras suara di dalam rumah.

Peristiwa pertama terjadi Minggu malam (31/5) di Perumahan Griya Wahidin, Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas. Seekor ular kobra kecil ditemukan bersembunyi di bawah sound system rumah milik Syaiful Arief.

Keberadaan ular pertama kali diketahui oleh seorang anak yang sedang bermain bersama temannya. Anak tersebut langsung panik dan berteriak meminta pertolongan setelah melihat reptil berbisa itu berada di dalam rumah.

Laporan kemudian diteruskan ke Command Center 112 Pemkab Gresik yang segera menghubungi Damkar Pos Kota. Tim rescue bergerak menuju lokasi dan berhasil menangkap ular menggunakan peralatan penjepit khusus sebelum diamankan ke dalam karung.

Masih pada malam yang sama, petugas kembali menerima laporan kemunculan ular kobra di Perumahan Puri Asta Kencana, Desa Boteng, Kecamatan Menganti.

Saat itu, ibu dari Angel hendak menyalakan pompa air ketika mendapati seekor ular kobra berada di dekat instalasi pompa. Ular kemudian melarikan diri dan bersembunyi di bawah meja.

Petugas Damkar Pos Menganti sempat melakukan pencarian namun tidak menemukan keberadaan ular. Setelah kembali ke pos, warga kembali menghubungi petugas karena ular muncul lagi di lokasi yang sama.

Tim pun kembali bergerak ke lokasi dan akhirnya berhasil menemukan serta mengevakuasi ular kobra tersebut setelah proses pencarian yang berlangsung cukup lama.

Teror ular kobra berlanjut Senin pagi (1/6). Kali ini seekor ular Cobra Jawa ditemukan berada di dalam kamar rumah milik Jefry di kawasan PPS II, Desa Banjarsari, Kecamatan Manyar.

Saat hendak memasuki kamar, Jefry mendadak terkejut melihat ular berbisa itu mondar-mandir di dalam ruangan. Dalam hitungan detik, ular kemudian menyelinap dan bersembunyi di sela-sela kasur.

Karena khawatir membahayakan penghuni rumah, Jefry segera meminta bantuan melalui layanan darurat 112. Petugas Damkar Pos Kota yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi dan berhasil mengamankan ular tanpa menimbulkan korban.

Belum lama berselang, laporan keempat datang dari Kecamatan Kedamean. Saat itu, Suliati warga Desa Kedamean yang sedang beristirahat di kamar mendadak terbangun setelah mendengar suara desisan. Saat mencari sumber suara, ia dibuat ketakutan setelah mengetahui seekor ular kobra sepanjang sekitar satu meter berada di dalam rumah.

Tetangganya, Sugiyat, kemudian menghubungi Command Center 112 yang meneruskan laporan ke Damkar Pos Menganti. Petugas yang datang ke lokasi melakukan penyisiran dan berhasil menangkap ular menggunakan alat capit khusus.

Data Damkar Gresik menunjukkan hingga akhir Mei 2026 tercatat 120 kejadian penyelamatan (rescue) dan 13 kejadian kebakaran. Sementara memasuki awal Juni 2026, petugas telah menangani sedikitnya dua kejadian rescue hanya dalam beberapa jam pertama.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Suyono, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan ular, terutama saat memasuki musim peralihan cuaca yang kerap memicu satwa liar keluar dari habitatnya.

Menurutnya, warga perlu rutin membersihkan lingkungan sekitar rumah, memangkas semak-semak, menutup celah yang berpotensi menjadi tempat persembunyian ular, serta memastikan area penyimpanan barang tidak menjadi sarang hewan pengerat yang dapat menarik kedatangan ular.

"Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik ketika menemukan ular di lingkungan rumah. Jangan mencoba menangkap atau membunuh ular sendiri karena berisiko menimbulkan korban jiwa. Segera amankan anggota keluarga, terutama anak-anak, kemudian hubungi layanan darurat 112 atau Damkar Gresik agar dapat ditangani petugas yang memiliki peralatan dan kemampuan evakuasi yang memadai," ujar Suyono.

Editor : Cak Fir
#ular cobra #gresik #teror #Damkar #evakuasi