RADAR GRESIK — Riuh kegaduhan di jagat media sosial terkait beredarnya potongan video viral Ketua DPRD Gresik, M. Syahrul Munir, saat melakukan mediasi dengan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang dinarasikan arogan dan terpancing emosi, memantik respons keras dari pemuda nahdliyin.
Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Gresik mengimbau keras kadernya serta seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh upaya pembingkaian (framing) digital negatif yang sengaja diembuskan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab demi memicu instabilitas daerah.
Baca Juga: Menolak Lupa Sejarah, GP Ansor Gresik Gali Pengalaman Ketua dari Masa ke Masa
Ketua PC GP Ansor Gresik, M. Lutfi Khambali, meminta publik untuk jeli dan menerapkan metode tabayun (klarifikasi) saat mengonsumsi produk media sosial.
Menurut pengamatannya, video yang sengaja diviralkan tersebut telah melalui proses penyuntingan yang tendensius demi mengaburkan substansi persoalan yang sebenarnya.
"Kami meminta sahabat-sahabat dan masyarakat untuk melihat runtutan kejadian kemarin secara utuh, bagaimana kronologi riilnya di lapangan. Video yang sengaja diviralkan itu merupakan potongan sepihak yang hanya mengekspos bagian ricuhnya saja, lalu dibalut dengan narasi yang jahat untuk merugikan kredibilitas Ketua DPRD Gresik," tegas Lutfi, Minggu (24/5/2026).
Baca Juga: Semarak Harlah ke-92, PC GP Ansor Gresik Gelar Kick Off Turnamen Trofeo di Stadion Gejos
Lutfi meluruskan fakta lapangan bahwa dalam konflik PKL tersebut, M. Syahrul Munir justru hadir sebagai penengah yang pro-rakyat.
Ketua parlemen tersebut telah mencurahkan waktu untuk memfasilitasi ruang mediasi, mengawal penyaluran aspirasi, hingga mengupayakan pemberian santunan kemanusiaan bagi para pedagang yang terdampak secara ekonomi tanpa memandang latar belakang asal daerah mereka.
"Kami saksi hidup bahwa Ketua DPRD Gresik sudah mengeksekusi langkah terbaik guna memperjuangkan hak masyarakat secara adil, transparan, dan bijaksana sesuai dengan tupoksi yang melekat pada kelembagaan dewan," imbuhnya.
Baca Juga: SDIT Al Ibrah Gresik Sabet Penghargaan Sekolah Dedikasi Literasi Nasional 2026
Lebih lanjut, Lutfi mengingatkan bahwa M. Syahrul Munir merupakan kader tulen dan bagian dari keluarga besar GP Ansor Gresik. Di tengah padatnya jadwal protokoler sebagai pejabat tinggi daerah, Syahrul dinilai konsisten meluangkan waktu untuk membersamai proses kaderisasi dan turun langsung menyukseskan agenda kemaslahatan organisasi di Kabupaten Gresik.
Atas dasar kedekatan ideologis tersebut, seluruh kekuatan struktural Ansor hingga satuan barisan serbaguna (Banser) di Kota Pudak menyatakan komitmen satu komando untuk mengawal langkah kebijakan pro-rakyat yang diambil oleh Syahrul Munir.
“Kader Ansor secara doktrin organisasi diajarkan untuk tidak pernah berbuat kasar atau arogan. Namun, ketika ada kader kami yang diserang hoaks dan fitnah, kami mengajak seluruh kader di semua tingkatan untuk tetap solid, saling menguatkan barisan, dan ikut aktif meluruskan informasi yang melenceng dari fakta objektif di lapangan,” seru Lutfi.
Baca Juga: Sebulan Lebih Tak Pulang, Ibu Gadis Asal Driyorejo Gresik Keliling Jatim Tanpa Arah Cari Anaknya
Di akhir penyampaiannya, Lutfi mengajak para pembuat konten dan netizen Gresik untuk lebih bijak bermedia sosial demi merawat kondusivitas wilayah.
"Mari kita benteng diri agar tidak mudah diadu domba. Jaga Kabupaten Gresik agar tetap menjadi rumah yang aman, tertib, religius, dan kondusif bagi siapa saja," pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah