RADAR GRESIK — Amukan si jago merah menghanguskan area produksi PT Energy Multi Tech yang berlokasi di Jalan Raya Pelemwatu Nomor 9 Blok 1AB, Dusun Drancang, Desa Drancang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Kamis (21/5) dini hari.
Kebakaran hebat tersebut diduga kuat dipicu oleh hubungan arus pendek (korsleting) pada salah satu mesin produksi.
Objek utama yang terbakar diketahui merupakan mesin High-Density Polyethylene (HDPE) PVC yang berada di dalam area vital pabrik tersebut.
Baca Juga: Sinergi Pemkab Gresik dan PT SMF Sulap 35 RTLH Pulopancikan Jadi Hunian Layak
Perwira Piket Damkarla Gresik, Bakti Darmawan, menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan masuk ke pusat komando (call center) sekitar pukul 04.49 WIB.
Merespons laporan tersebut, personel dari Pos Damkar Menganti langsung tancap gas pada pukul 04.51 WIB dan berhasil tiba di lokasi kejadian sepuluh menit kemudian, tepatnya pukul 05.01 WIB.
Insiden ini pertama kali diketahui oleh Kepala Satpam Tjakrindo, Sunandar. Melihat kobaran api yang kian membesar, ia bergegas mendatangi langsung Posko Damkar Menganti secara mandiri guna meminta bantuan armada pemadaman.
Baca Juga: Hindari Motor Menyeberang, Pengendara CBR Jatuh hingga Patah Tulang di Driyorejo Gresik
"Kebakaran diduga kuat dipicu oleh korsleting pada mesin HDPE PVC. Sifat material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat merembet ke mesin-mesin di sekitarnya hingga berkobar besar," ujar Bakti Darmawan, Kamis (21/5).
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan tindakan size up atau pemetaan taktis kondisi medan kebakaran sebelum melakukan penetrasi pemadaman.
Guna melokalisasi api agar tidak merembet ke seluruh kompleks industri, Damkarla Gresik Pos Menganti mengerahkan satu unit mobil pemadam, satu unit mobil suplai air, serta menerjunkan 5 personel penjinak api.
Baca Juga: Sinergi TMMD dan Dinas Perikanan Gresik Genjot Ekonomi Warga Slempit Lewat Budidaya Air Tawar
"Selain petugas dari Pemkab Gresik, proses pemadaman ini juga melibatkan kolaborasi solid dari Pasukan Damkar Tjakrindo yang berada di sekitar kawasan," tambah Bakti.
Setelah berjibaku melawan kobaran api, petugas akhirnya berhasil menjinakkan si jago merah. Upaya pemadaman total hingga proses pembasahan (cooling) memakan waktu kurang lebih selama tiga jam sampai kondisi dinyatakan benar-benar steril dari titik api maupun asap pekat.
Otoritas Damkarla memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden subuh membara ini, baik dari pekerja pabrik maupun dari personel yang bertugas di lapangan.
Baca Juga: Peringati Hari Posyandu Nasional, Pemdes Pranti Gresik Terapkan Transformasi Layanan Berbasis 6 SPM
"Alhamdulillah nihil korban jiwa. Sementara untuk total kerugian material akibat kerusakan mesin dan fasilitas pabrik hingga saat ini masih dalam proses perhitungan oleh pihak manajemen perusahaan," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah