RADAR GRESIK – Pengunjung Warung Barokah (Pecel Jenogoro) di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, sempat dibuat geger. Seekor ular kobra ditemukan bersembunyi di area belakang warung, membuat pemilik dan pelanggan merasa terancam keselamatannya.
Peristiwa ini bermula saat pemilik warung, Ibu Agus, dikejutkan oleh gerakan benda asing di sela-sela tembok bagian belakang. Setelah dipastikan bahwa itu adalah ular kobra yang berbisa, ia segera menghubungi layanan darurat Gresik Akas 112 untuk meminta bantuan evakuasi.
Laporan tersebut diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarla) Kabupaten Gresik pada pukul 10.33 WIB. Menanggapi urgensi laporan tersebut, personel Damkar Pos Kota langsung meluncur ke lokasi menggunakan unit mobil rescue Panther dan tiba dalam waktu 15 menit.
Baca Juga: Jamin Kesehatan Mental Santri, Pemkab Gresik Berikan Pendampingan Psikososial di Ponpes
Perwira piket, Rizal Sulistyo Nugroho, menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan dengan sangat hati-hati mengingat sifat ular kobra yang sangat agresif dan berbahaya.
"Setelah melakukan penyisiran di area belakang warung, petugas akhirnya berhasil mendeteksi keberadaan ular di sela tembok. Dengan menggunakan alat penjepit khusus (snake tong), ular berhasil diamankan ke dalam karung agar tidak membahayakan warga sekitar," ujar Rizal, Jumat (8/5).
Proses evakuasi dinyatakan selesai pada pukul 11.17 WIB. Beruntung, berkat penanganan yang cepat dan profesional, tidak ada korban luka maupun kerugian materil dalam insiden ini.
"Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Ular sudah kami amankan untuk kemudian dipindahkan ke habitat yang jauh dari pemukiman warga," tambahnya.
Aksi penyelamatan ini menambah daftar panjang kinerja Damkarla Gresik dalam melayani masyarakat. Hingga saat ini, tercatat dinas tersebut telah menangani 33 Kejadian Rescue (Penyelamatan non-kebakaran) dan 2 Kejadian Kebakaran.
Pihak Damkarla mengimbau masyarakat untuk tidak mengevakuasi hewan berbahaya secara mandiri dan segera melaporkan kejadian serupa melalui call center resmi untuk menghindari risiko fatal. (yud/han)
Editor : Hany Akasah