RADAR GRESIK – Insiden kecelakaan transportasi terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, yang melibatkan Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line pada Senin (27/4) malam sekitar pukul 20.53 WIB.
Di tengah kepanikan tersebut, salah satu penumpang selamat asal Kabupaten Gresik, Didik Wahyudi, membagikan kesaksiannya mengenai detik-detik mencekam saat tabrakan berlangsung.
Baca Juga: 25 Tahun Terabaikan, Penyerahan PSU GBA Mandek, Lahan Diduga Menyusut
Warga Desa Gumeno, Kecamatan Manyar tersebut sedang dalam perjalanan pulang menuju Surabaya bersama keluarganya setelah mendampingi sang anak mengikuti lomba matematika di Jakarta. Didik berada di gerbong Eksekutif 1, posisi yang tepat berada di belakang Luxury Class.
Menurut penuturan Didik, suasana seketika berubah tegang saat terdengar suara benturan keras. Meski posisinya tidak berada di titik tabrak utama, dampak pengereman mendadak dan hantaman tersebut membuat separuh dari gerbong yang ia tumpangi keluar dari jalur rel.
Para penumpang dari kedua kereta pun langsung berhamburan keluar gerbong untuk menyelamatkan diri.
Baca Juga: Sempat Dirawat Intensif, Pasien Obesitas 400 Kg di Gresik Meninggal Dunia
"Saat kejadian saya mendengar suara benturan. Meskipun dari tempat saya tidak terdengar ekstrem, tetapi saat kereta mengerem, gerbong yang saya tumpangi bersama keluarga sampai keluar separuh," ungkap Didik.
Kronologi kejadian bermula saat KA Argo Bromo Anggrek menabrak bagian belakang KRL Commuter Line yang tengah berhenti setelah sebelumnya sempat menyerempet sebuah mobil. Kerasnya benturan mengakibatkan lokomotif KA jarak jauh menerobos masuk ke gerbong belakang KRL satu dan dua, hingga menyebabkan posisi gerbong menjadi miring dan rusak parah.
Kondisi di area KRL dilaporkan cukup kritis; beberapa penumpang terjepit di dalam badan kereta dan ada pula yang tidak sadarkan diri akibat tekanan dari lokomotif. Sementara itu, Didik menjelaskan bahwa ia dan penumpang KA Argo Bromo Anggrek lainnya sempat bertahan di sekitar lokasi sebelum akhirnya dievakuasi oleh petugas.
Baca Juga: Tiga Calon Jemaah Haji Asal Gresik Gagal Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini
Sekitar setengah jam setelah insiden, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek dievakuasi menuju area parkir stasiun. Pada pukul 01.00 WIB, mereka diantar kembali ke Stasiun Gambir untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing menggunakan rangkaian kereta pengganti.
Lokasi tabrakan antara KA jurusan Gambir–Surabaya Pasar Turi dan KRL jurusan Cikarang ini tercatat berada di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Meski 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat, insiden tragis ini memakan korban jiwa sebanyak empat orang penumpang KRL, sementara 38 orang lainnya harus menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Bekasi. (yud/han)
Editor : Hany Akasah