RADAR GRESIK – Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Gresik. Angin puting beliung menerjang Desa Sembunganyar, Kecamatan Dukun, pada Jumat (10/4) sekitar pukul 11.30 WIB.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, terjangan angin kencang tersebut menyebabkan kerusakan pada hunian warga dan kerugian material yang cukup besar.
Kapolsek Dukun, AKP Slamet Priyono, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat kondisi cuaca mendung pekat yang tiba-tiba disertai hembusan angin kencang. Dusun Karanganyar menjadi titik terdampak paling nyata dalam insiden ini.
Baca Juga: SK ASN Palsu Seret Dua Nama Kepala Dinas, Pemkab Gresik Resmi Lapor Polisi
Salah satu kerusakan terparah dialami oleh Salamun, warga Dusun Karanganyar RT 08 RW 02. Bagian dapur belakang rumahnya hancur setelah tidak kuat menahan laju angin.
"Struktur dapur yang terbuat dari kayu dengan atap asbes dilaporkan roboh akibat terpaan angin. Beruntung saat kejadian tidak ada anggota keluarga yang berada di area tersebut," ujar AKP Slamet Priyono, Jumat (10/4).
Selain kediaman Salamun, rumah milik Malikan yang berada di lokasi yang sama juga turut terdampak. Namun, kerusakan pada rumah kedua ini dilaporkan dalam kategori ringan.
Baca Juga: Kasus Pengeroyokan di Gresik, Dua Terdakwa Divonis 5 dan 6 Bulan Penjara
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh warga selamat dari bencana ini. Namun, kerugian materiil akibat kerusakan bangunan ditaksir mencapai angka yang cukup signifikan.
"Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Meski demikian, kerugian material dari bangunan yang terdampak ditaksir mencapai kurang lebih Rp50 juta," jelas Kapolsek.
Pasca-kejadian, warga setempat bersama perangkat desa dan aparat keamanan langsung bergerak melakukan penanganan awal. Mereka bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan dan atap asbes yang berserakan.
Baca Juga: Stadion Gejos Jadi Venue Piala AFF U-17, Polres Gresik Terjunkan 450 Personel Pengamanan
Pihak kepolisian pun meminta masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca di wilayah Gresik masih berpotensi terjadi anomali.
"Kondisi di lokasi saat ini sudah kondusif. Kami mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama saat mendung gelap disertai angin," pungkasnya. (yud/han)
Editor : Hany Akasah