RADAR GRESIK – Setelah dilakukan pencarian intensif selama tiga hari, korban yang jatuh ke laut dari Kapal Motor (KM) Dharma Ferry VII akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (4/3) sekitar pukul 10.12 WIB. Jasad korban ditemukan mengambang di perairan depan Pelabuhan Maspion, Gresik.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Muslich, 37 tahun, seorang wiraswasta asal Desa Sengkut, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk. Ia sebelumnya dilaporkan mengalami insiden man over board (MOB) atau jatuh ke laut pada Senin (2/3) sore saat kapal sedang melintasi Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).
Proses pencarian besar-besaran ini melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Gresik, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI Angkatan Laut, serta Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).
Untuk mempercepat titik temu, area penyisiran dibagi menjadi tiga sektor utama: wilayah Selat Madura disisir oleh Basarnas, jalur tengah dipantau armada KPLP, sementara sisi utara yang meliputi area Pelabuhan Petrokimia, Maspion, Jasatama, hingga Semen Gresik menjadi fokus Satpolairud Polres Gresik bersama Ditpolairud Polda Jatim.
Setelah hampir dua jam penyisiran pada hari ketiga, petugas melihat sesosok jenazah mengambang di perairan depan Pelabuhan Maspion. Tim segera mendekat dan memastikan bahwa jenazah tersebut merupakan korban yang selama ini dicari.
Kasatpolairud Polres Gresik, AKP I Nyoman Ardhita, membenarkan penemuan tersebut dan menyatakan bahwa hasil identifikasi awal berdasarkan ciri fisik serta pakaian yang dikenakan korban telah sesuai dengan laporan sebelumnya.
“Jenazah ditemukan mengambang di depan Pelabuhan Maspion. Berdasarkan koordinasi dan identifikasi awal dari pakaian yang dikenakan, diduga kuat ini adalah korban yang jatuh dari kapal pada 2 Maret lalu,” ujar AKP I Nyoman Ardhita, Rabu (4/3).
Setelah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian, jenazah langsung dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani proses visum et repertum (VER).
Identifikasi lanjutan juga dilakukan oleh Tim Inafis Polres Gresik guna memastikan identitas korban secara resmi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
"Pihak kami juga berkoordinasi dengan agen kapal KM Dharma Ferry VII untuk menghubungi keluarga korban di Nganjuk. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian secara resmi dinyatakan selesai," pungkasnya.
Menanggapi insiden memilukan ini, Polres Gresik mengimbau kepada seluruh operator kapal dan para penumpang agar selalu meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi standar keselamatan pelayaran yang ketat guna mencegah terjadinya insiden serupa di kemudian hari. (yud/han)
Editor : Hany Akasah