Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Hanya Karena Masalah Sepele, Warga Manyar Dianiaya OTK Saat Antre BBM di SPBU Sembayat

Yudhi Dwi Anggoro • Senin, 5 Januari 2026 | 08:38 WIB

PENGANIYAAN : Korban Lutfi saat di pukul oleh orang tidak dikenal saat mengantri beli bensin di SPBU Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik
PENGANIYAAN : Korban Lutfi saat di pukul oleh orang tidak dikenal saat mengantri beli bensin di SPBU Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Gresik

RADAR GRESIK – Aksi premanisme jalanan kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Manyar. Seorang pria bernama Imam Lutfi (37), warga Desa Karangrejo, menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) saat sedang mengantre bahan bakar di SPBU Desa Sembayat, Kecamatan Manyar, Jumat (2/1) siang.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB ini sempat terekam kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian dan menjadi bukti kuat aksi kekerasan pelaku terhadap korban yang saat itu sedang mengantre Pertalite. 

Baca Juga: Balita Terkunci di Dalam Mobil di GKB, Sinergi Damkarla dan Polres Gresik Pastikan Korban Selamat

Kejadian bermula saat suasana antrean di SPBU Sembayat tampak normal. Korban berada dalam barisan antrean pengisian BBM. Tiba-tiba, seorang pria yang berada di depannya—dengan ciri-ciri mengenakan kaos hitam, topi, dan celana pendek—menghampiri korban dengan nada emosi.

“Saya tidak tahu masalahnya apa, saya juga tidak kenal orang itu. Tiba-tiba dia menghampiri dan bilang, ‘Kenapa kamu lihat-lihat saya sambil melotot’,” ujar Imam Lutfi menceritakan awal mula ketegangan tersebut.

Tanpa sempat memberi penjelasan, pelaku langsung melayangkan pukulan dan tendangan berulang kali ke arah tubuh Lutfi hingga korban tersungkur. Meski menjadi sasaran amukan, Lutfi mengaku tidak melakukan perlawanan dan hanya berusaha melindungi diri agar tidak terkena serangan yang lebih fatal.

Baca Juga: Hujan Deras Picu Longsor di Jogging Track Stadion Gejos Gresik, Akses Publik Ditutup Total

Akibat serangan membabi buta tersebut, Imam Lutfi mengalami sejumlah luka fisik. Bagian paling parah terlihat pada bola mata kiri yang mengalami memar serius, luka di bagian leher, serta rasa nyeri di punggung akibat tendangan pelaku.

“Saya tidak melawan sama sekali. Setelah kejadian, saya langsung meminta rekaman CCTV sebagai bukti dan melaporkan hal ini ke pihak berwajib,” tambahnya.

Kanit Reskrim Polsek Manyar, Ipda Syaiful Rokhim, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban terkait tindak pidana penganiayaan tersebut.

Baca Juga: Diduga Korsleting Magic Com, Warung Kontainer di Driyorejo Gresik Terbakar

“Iya benar, korban sudah lapor dan langsung kami tindaklanjuti,” ujar Ipda Syaiful, Minggu (4/1).

Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku. Sejumlah langkah telah diambil oleh penyidik.

Langkah tersebut diantaranya mengamankan rekaman CCTV di area SPBU untuk mengidentifikasi wajah dan pelat nomor kendaraan pelaku, mengumpulkan barang bukti tambahan di lokasi kejadian, dan memintai keterangan para saksi mata yang melihat langsung aksi penganiayaan tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak main hakim sendiri jika terjadi kesalahpahaman di ruang publik. (yud/han)

Editor : Hany Akasah
#SPBU #Polsek #gresik #manyar #Penganiayaan