Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Kapal Bocor Dihantam Arus Kuat, Seorang Nelayan Panceng Meninggal Tenggelam di Perairan Ujungpangkah Gresik

Yudhi Dwi Anggoro • Jumat, 7 November 2025 | 14:51 WIB
DIEVAKUASI : Anggota Polsek Ujungpangkah bersama warga nelayan dan petugas medis saat melakukan evakuasi seorang nelayan korban tenggelam di perairan laut wilayah  Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.
DIEVAKUASI : Anggota Polsek Ujungpangkah bersama warga nelayan dan petugas medis saat melakukan evakuasi seorang nelayan korban tenggelam di perairan laut wilayah Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.

RADAR GRESIK – Tragedi laut menimpa seorang nelayan di perairan laut wilayah Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Nelayan bernama Ainur Rofiq (57), warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik, ditemukan meninggal dunia setelah kapal yang ditumpanginya mengalami kebocoran dan terbalik.

Kapolsek Ujungpangkah, Iptu Suwito Saputro, menjelaskan bahwa peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu (5/11) sekitar pukul 15.30 WIB.

Korban pergi melaut bersama saksi Afdlokul Faruq (45), warga Desa Banyutengah, Kecamatan Panceng, menggunakan perahu milik saksi menuju perairan Ujungpangkah.

Sekitar pukul 17.30 WIB, perahu yang mereka tumpangi mengalami kebocoran, menyebabkan air laut masuk ke dalam lambung perahu. Mengetahui kapalnya bocor, korban dan saksi berupaya menguras air yang masuk.

"Namun dikarenakan arus laut yang cukup kuat sehingga mengakibatkan perahu tersebut terbalik dan korban bersama saksi tenggelam," ujar Iptu Suwito Saputro, Kamis (6/11).

Saksi dan nelayan lokal berupaya menolong dengan menarik tubuh korban dan mengevakuasinya ke perahu lain. Sayangnya, korban Ainur Rofiq tidak dapat diselamatkan.

Jasad korban berhasil dibawa menggunakan perahu nelayan lokal menuju pangkalan nelayan Desa Pangkahkulon, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Ujungpangkah yang langsung melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi.

Iptu Suwito menyampaikan, berdasarkan pemeriksaan dari tenaga medis Puskesmas Ujungpangkah, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Diperkirakan korban meninggal di atas 2 jam disebabkan sesak napas (tenggelam). Pihak keluarga membuat surat pernyataan agar tidak dilakukan otopsi terhadap jasad korban," pungkasnya. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
#tenggelam #ujungpangkah #gresik #nelayan #PANCENG #Meninggal