Tekan Pengangguran, Pemkab Bersama Cabdin Gresik Kunci Sinergi Vokasi dengan Tiga Kawasan Industri

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 14:02 WIB
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bersama Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik resmi mengakselerasi revitalisasi pendidikan vokasi.

Langkah strategis ini ditempuh guna memastikan para lulusan SMA dan SMK di wilayah setempat memiliki daya saing tinggi serta terserap maksimal di dunia kerja.

Sinergi lintas sektor yang mengusung semangat “Revitalisasi Sekolah Vokasi Menuju Gresik Berkarya” tersebut dideklarasikan di Ruang Mandala Bhakti Praja Lantai 4 Kantor Bupati Gresik, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Bank Jatim Cabang Gresik Turut Mendukung Pelestarian Budaya di Ajang Pasar Djadoel Grissee

Deklarasi melibatkan tiga kawasan industri raksasa di Gresik, yakni Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Kawasan Industri Gresik (KIG), dan Kawasan Industri Maspion sebagai mitra strategis pemetaan kompetensi siswa.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menegaskan bahwa meski pengawasan SMA/SMK berada di ranah pemerintah provinsi, Pemkab Gresik mengambil peran aktif menjadi jembatan (link and match) antara dunia pendidikan dan sektor industri.

“Kami mencoba membangun link and match sebagai jembatan bagi siswa SMA dan SMK untuk mendapatkan kemudahan akses belajar, magang, peningkatan kapasitas, hingga sertifikasi kompetensi. Perkembangan teknologi di industri yang cepat ini harus menjadi alarm. Guru harus terus di-upgrade, sementara siswa diberi porsi belajar langsung di industri,” tegas Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Perkuat Pendidikan Vokasi, Cabdin dan Puluhan SMK Jalin Kerja Sama Strategis dengan Universitas Sunan Gresik

Gus Yani mencontohkan SMK di berbagai pelosok daerah, seperti SMK Bungah, Sidayu, Ujungpangkah, Menganti, hingga Driyorejo yang butuh dibukakan akses magang seluas-luasnya. Ia menekankan agar sertifikasi kompetensi nantinya diuji oleh lembaga terpercaya seperti Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Sebetulnya sertifikasi sudah berjalan parsial. Hari ini kita orkestrasi semuanya dalam satu irama dan satu visi agar lulusan SMK di Kabupaten Gresik punya kompetensi yang hebat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi, menyatakan kesiapannya untuk mengorkestrasi 122 lembaga pendidikan—dengan total 45.696 peserta didik (24.789 siswa SMK, 22.723 siswa SMA, dan 134 siswa SLB)—guna memangkas angka pengangguran terbuka di daerah.

Baca Juga: Orang Tua Berharap Cabdin Tambah Rombel

Sebagai langkah konkret, Cabdin Pendidikan meluncurkan program One School One Industry. Program ini memetakan relevansi antara jurusan sekolah dan profil industri terdekat agar pabrik dapat berperan sebagai "orang tua asuh" bagi sekolah binaan.

“Kami sudah punya data peta SMK dan jurusannya. Kami ajak industri berdialog untuk matching. Bentuk kerjasamanya mencakup upgrade keterampilan guru, evaluasi kurikulum, penyelarasan kompetensi, hingga peluang rekrutmen,” kata Eko.

Eko membeberkan bahwa pola rekrutmen dini di Gresik sejatinya telah menunjukkan hasil positif. Saat ini, tercatat ada sekitar 480 hingga 500 siswa SMK di Gresik yang sudah diserap dan diterima bekerja di berbagai perusahaan sebelum mereka mengantongi ijazah kelulusan.

Baca Juga: Raih Predikat Pelayanan Prima, Kapolres Gresik Ganjar Penghargaan Lima Personel Berprestasi

“Sudah ada sekitar 480 sampai 500 siswa yang sebelum lulus sudah direkrut masuk dunia kerja. Target kami angka ini bisa terus meningkat pesat dari waktu ke waktu,” pungkasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
cabang dinas pendidikan gresik gus yani vokasi Cabdin