RADAR GRESIK – Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) secara resmi menggelar seremonial penutupan sekaligus EXPO Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 di Food Court Lantai 2 Iconmall Gresik pada Jumat (21/8), mengusung tema "Inovasi Desa Berdaya melalui Penguatan Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal".
Diresmikan oleh perwakilan pimpinan KKN, Zain Fawwas Nuruddin Siswantoro, S.Kom., M.Kom., MCE., pameran ini menjadi wadah unjuk hasil karya dedikasi 225 mahasiswa semester lima dari 13 kelompok yang telah terjun langsung pada 25 Juli hingga 10 Agustus di 13 desa wilayah Ujungpangkah dan Panceng (Pangkah Wetan, Pangkah Kulon, Karangrejo, Kebonagung, Ketapanglor, Bolo, Glatik, Ngemboh, Banyuurip, Sekapuk, Cangaan, Gosari, dan Doudo) dengan skema satu kelompok satu desa.
"Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada peserta KKN yang sudah melaksanakan program-programnya yang sangat luar biasa. Tahun ini ada 13 desa, di mana satu desa satu kelompok KKN. Semoga jalinan kita selama KKN terhadap desa-desa yang sudah kita tempati itu jadi berkelanjutan, jadi silaturahminya tidak putus." tutur Zain saat memberikan sambutan.
Rangkaian seremonial penutupan KKN UISI 2026 juga diiringi dengan penyerahan cinderamata kepada para mitra desa serta pembukaan panggung EXPO diresmikan oleh perwakilan pengurus Yayasan Semen Indonesia (SIG Foundation), Waras Taufiq Hidayatulloh, S.E., yang hadir menyampaikan apresiasi sekaligus pesan motivasi bagi keberlanjutan peran mahasiswa di masyarakat.
"Mahasiswa adalah bagian dari masyarakat, mengabdi untuk masyarakat, harapan kita adalah berguna bagi nusa dan bangsa. Harapan kita bersama, kita bawa UISI ini lebih unggul, lebih cemerlang, dan lebih mandiri." Pesan Waras Taufiq Hidayatulloh, S.E.
Dari 13 kelompok KKN yang berpartisipasi, tiga kelompok yang memiliki program kerja terbaik dan paling berdampak untuk masyarakat mendapat kesempatan untuk mempresentasikan program unggulan mereka di hadapan dewan juri Zain Fawaz Nuruddin Siswantoro, S.Kom., M.Kom., M.Si., Ahmad Dahlan Malik, B.A., M.Si., CFP., CFE., dan Prita Meilanisart Nelyta Titasari, S.T., M.T., Ph.D. serta jajaran pejabat daerah.
Tiga kelompok terbaik tersebut yaitu Kelompok 3 (Desa Karangrejo) membawakan inovasi lubang resapan biopori guna mengatasi penanganan sampah organik sekaligus konservasi tanah.
Sementara itu, Kelompok 5 (Desa Ketapanglor) berfokus pada hilirisasi potensi lokal dan pengolahan limbah dengan mengolah jeruk nipis menjadi garnish kering (Galor) dan teh, menyulap sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi Pupuk Organik Cair (POC), mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, hingga memfasilitasi legalitas UMKM lokal.
Di sisi lain, Kelompok 9 (Desa Doudo) mengusung pendekatan edukasi ekosistem untuk menekan lonjakan populasi tikus akibat penangkapan ular sawah, sekaligus memanfaatkan limbah serabut kelapa menjadi cocopeat guna memperbaiki tekstur tanah kapur yang gampang keras, serta memanfaatkan kulit bawang sebagai bahan dasar pestisida organik.
"Solusi program yang kami ajukan mencakup empat pilar unggulan: hilirisasi komoditas pangan jeruk nipis, pengolahan limbah MBG menjadi pupuk cair, pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, serta transformasi digital UMKM." Ujar perwakilan kelompok 5 Desa Ketapanglor, Ravani Amirada Miraputri Wibowo.
Sebagai penutup gelaran EXPO KKN UISI 2026, panitia mengumumkan sejumlah penganugerahan bagi kelompok mahasiswa dengan kontribusi terbaik di lapangan. Penghargaan kategori Program Terimpactful diraih oleh Kelompok 5 Desa Ketapanglor atas inovasi olahan pangan, pemanfaatan limbah, dan digitalisasi masyarakat melalui garnish jeruk nipis, lilin aromaterapi dari minyak jelantah, serta pupuk organik cair.
Sementara itu, Kategori Produk Inovatif dimenangkan oleh Kelompok 1 Desa Pangkah Wetan lewat produk nugget bandeng, Kategori Penampilan Terbaik disabet oleh Kelompok 13 Desa Gosari melalui sajian drama musikal dan Tari Payung Fantasi, Kategori Booth Terkreatif diraih oleh Kelompok 2 Desa Pangkah Kulon, serta Kategori Medsos Ter-FYP berhasil dimenangkan oleh Kelompok 10 Desa Banyuurip.
Melalui EXPO KKN UISI 2026, para mahasiswa tidak hanya menuntaskan kewajiban akademis, melainkan juga meninggalkan fondasi keberlanjutan bagi kemandirian ekonomi, lingkungan, dan digitalisasi desa-desa di Kabupaten Gresik.
“Berbeda dari tahun sebelumnya, KKN kali ini dirancang lebih padat dan berfokus penuh pada tahap implementasi langsung dari perencanaan yang telah disiapkan. Skema ini menjadi bagian dari komitmen pengabdian masyarakat berkelanjutan jangka panjang selama tiga tahun yang terintegrasi dengan riset dosen, di mana evaluasi berkala di setiap siklusnya terus dimatangkan untuk menentukan arah pengembangan serta wilayah sasaran di masa mendatang.” Pungkas Zain. (nov/han)
Editor : Hany Akasah