Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dugaan Salah Tangkap Dua Pelajar SMA, Ratusan Warga Tenggor Datangi Mapolres Gresik

Y
Penulis: Yudhi Dwi Anggoro❯
DATANGI POLRES : Ratusan warga Tenggor saat mendatangi Mapolres Gresik, protes guaan salah tangkap dua orang warganya yang masih pelajar. (Foto : Ist/Radar Gresik)
DATANGI POLRES : Ratusan warga Tenggor saat mendatangi Mapolres Gresik, protes guaan salah tangkap dua orang warganya yang masih pelajar. (Foto : Ist/Radar Gresik).

Advertisement

RADAR GRESIK — Ratusan warga Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, mendatangi Mapolres Gresik pada Rabu (2/9) malam.

Kedatangan massa tersebut dipicu oleh dugaan aksi salah tangkap serta tindak kekerasan terhadap dua orang pemuda desa setempat yang masih berstatus sebagai pelajar SMA.

Warga mengindikasikan kedua pelajar berinisial W dan A tersebut mengalami tindakan kekerasan saat diamankan oleh empat anggota kepolisian yang disinyalir tengah melakukan operasi penindakan kasus narkoba. Akibat perlakuan tersebut, kedua pemuda dilaporkan menderita luka-luka hingga wajib mendapatkan perawatan medis.

Lantaran tidak terima dengan insiden itu, warga bersama pihak keluarga korban mendatangi Mapolres Gresik guna meminta penjelasan resmi sekaligus pertanggungjawaban atas dugaan salah tangkap yang terjadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ratusan warga tiba di Mapolres Gresik sejak pukul 19.00 WIB dengan mengendarai armada mobil pikap dan puluhan sepeda motor.

Advertisement

Massa bertahan di area markas kepolisian hingga Kamis (3/9) dini hari, sebelum akhirnya sejumlah perwakilan warga diterima oleh jajaran pimpinan Polres Gresik untuk menggelar mediasi.

Kepala Desa Tenggor, Kowianto, menjelaskan bahwa peristiwa yang dipersoalkan warga tersebut bermula pada Selasa (1/9) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Menurut Kowianto, kedua pelajar saat itu sedang mengendarai sepeda motor dan sempat berhenti di atas sebuah jembatan di kawasan Desa Tenggor. Tidak berselang lama, keduanya mendadak dihampiri oleh empat orang anggota kepolisian yang berpakaian preman tanpa seragam dinas.

“Informasi yang kami terima, kedua korban berinisial W dan A saat itu berhenti di jembatan. Kemudian didatangi dan diamankan oleh empat anggota. Kedua korban juga sempat diborgol,” ujar Kowianto kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa warga menduga kuat telah terjadi kesalahan fatal dalam proses pengamanan tersebut. Oleh sebab itu, warga menuntut agar perkara tersebut ditangani secara terbuka dan seluruh oknum petugas yang terlibat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Advertisement
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik

Artikel Terkait

Penuh Haru, Polres Gresik Berikan Kesempatan Dua Tahanan Memeluk Anak dan Istrinya di Jam Besuk

Penuh Haru, Polres Gresik Berikan Kesempatan Dua Tahanan Memeluk Anak dan Istrinya di Jam Besuk

RADAR GRESIK — Jeruji besi tak mampu membendung kerinduan seorang ayah kepada anak dan istrinya. Suasana haru pecah di ruang tahanan Mapolres Gresik, Selasa (1/9), saat dua orang tahanan mendapat kesempatan memeluk kelua

Semarak Pawai Mobil Hias, Satlantas Polres Gresik Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Semarak Pawai Mobil Hias, Satlantas Polres Gresik Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

RADAR GRESIK – Kawasan perkotaan Gresik diprediksi bakal dipadati ribuan warga, Sabtu (29/8/2026). Kemeriahan tersebut lantaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggelar agenda tahunan pawai mobil hias dan parade bu

Rangkul Komunitas Ojol Kebomas, Polres Gresik Dorong Peran Aktif Pengemudi Jaga Kondusivitas Region

Rangkul Komunitas Ojol Kebomas, Polres Gresik Dorong Peran Aktif Pengemudi Jaga Kondusivitas Region

RADAR GRESIK – Polres Gresik memperkuat sinergitas bersama komunitas pengemudi ojek online (ojol) dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Upaya tersebut diwujudkan melalui agenda duduk bersama d

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer